Category: Resensi Buku

  • #2 Junie B. Jones and a Little Monkey Business – Idiom Bagi Anak

    Judul: Junie B. Jones and a Little Monkey Business
    Penulis: Barbara Park
    Penerbit: Random House
    ISBN: 978-0-679-83886-9
    Tebal: 74 halaman
    Tahun terbit: 1993
    Bahasa: Inggris
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 3/5

    Junie B. Jones kali ini berhadapan dengan urusan per-monyet-an. Apa? Monyet? Iya, monyet. Pasalnya, semua ini gara-gara grandma yang memanggil adik Junie B. yang baru lahir dengan sebutan Little Monkey. Maksud sang nenek adalah bayinya lucu, tapi Junie B. memahaminya sebagai monyet betulan.

    Kita tahu sendirilah, ya, kalau karakter Junie B. yang pantang tak top ini sudah pasti langsung heboh mengumumkan ke teman-temannya bahwa adiknya itu monyet kecil.

    Bisa ditebak apa yang terjadi? Kegaduhan apa yang dibuat oleh Junie B. Jones sampai-sampai membuatnya dipanggil oleh kepala sekolah? Apa Junie B. Jones akan mendapatkan hukuman?

    Belajar Idiom dari Seri Junie B. Jones

    Salah satu topik yang diangkat di novel seri kedua Junie B. Jones ini adalah pengaruh idiom bagi anak-anak.

    Idiom atau ungkapan sering kali belum bisa dimengerti anak-anak seperti halnya orang dewasa pahami. Sudah lazim anak-anak akan memahami dengan polos seperti apa adanya yang disampaikan. Kita bilang A, maka yang ditangkap oleh mereka juga A, bukan A+.

    “Sometimes adults say things that can be very confusing to children. Like what if you heard me talking about a lucky duck? You might think I was talking about a real live duck. But lucky duck just means a lucky person.” (halaman 63)

    Anak-anak adalah perekam ulung. Mereka sangat mudah meniru apa yang dilihat dari orang dewasa, terutama orang-orang terdekat atau di lingkungan sekitarnya.

    Keistimewaan ini, kalau tidak dipantau, akan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Kita tak akan pernah tahu apa yang bisa mereka lakukan. Orang dewasa memang harus lebih berhati-hati ketika berbicara atau bersikap di depan anak-anak. Memilah-milah kata atau kalimat untuk disampaikan ke anak mungkin sebuah langkah preventif yang cukup bijaksana.

    Terkait idiom, dengan menjelaskan makna idiom yang sebenarnya, anak-anak pastinya akan mendapatkan pengetahuan baru yang membuat kosakata mereka lebih kaya. Jika tidak dijelaskan, siap-siap saja si anak mungkin akan menimbulkan hal-hal konyol seperti si Junie B. ini. Hi hi hi.

    Seperti buku pertamanya, kekurangan buku ini lebih kepada keterbukaan penulis dalam menggunakan kata-kata cemooh atau keluhan yang sebenarnya agak sedikit kasar dan kurang cocok dengan budaya ketimuran. Karakter tokoh utamanya, Junie B. Jones, yang blak-blakan, selebor, semaunya, dan sedikit kasar mewarnai hampir sebagian besar alur cerita.

    Saya berprasangka baik, mungkin maksud penulis agar ceritanya lebih natural dan menunjukkan dunia anak-anak apa adanya. Bisa jadi penggunaan kata-kata ejekan yang kurang pas itu memang untuk menjadikannya contoh pelajaran supaya tidak ditiru atau sebagai bahan diskusi saat belajar.

    Yang pasti buku ini sangat menarik untuk dibedah oleh para orangtua.

  • Hector and the Search for Happiness by François Lelord

    Judul: Hector and the Search for Happiness
    Penulis: François Lelord
    Penerjemah: Gusti Nyoman Ayu Sukerti
    Penerbit: Noura Books
    ISBN: 978-602-385-002-0
    Tebal: 264 hlm
    Tahun terbit: November 2015
    Cetakan: Pertama
    Genre: Fiksi Inspirasional, Fiksi Terjemahan
    Rating: 3/5

    Ada seseorang yang secara materi hidupnya sangat berkecukupan, bahkan bisa dibilang mewah, tapi ternyata menurutnya ia belum bahagia. Ada pula seseorang yang meski dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, tetapi ternyata ia merasa sendirian dan tidak bahagia.

    Mungkin kita sering mendengar atau melihat kasus-kasus seperti ini di sekitar kita. Mengetahui ini, ternyata perasaan bahagia setiap orang acap kali berbeda parameternya. Lalu, sebenarnya apa yang membuat kita bahagia? Atau kita mungkin sedang bertanya pada diri sendiri saat ini, “Apakah saya sudah merasa bahagia?”

    Pertanyaan: Apakah kebahagiaan hanyalah sebuah reaksi kimia di dalam otak? (halaman 145)

    Apa yang dilakukan Hector di novel Hector and the Search for Happiness ini mungkin secara tak langsung cukup mewakili rasa penasaran sebagian manusia tentang kebahagiaan.

    Sebagai seorang psikiater, Hector sering kali harus mendengarkan keluhan-keluhan pasiennya yang rata-rata berputar pada dua masalah; bahagia atau tidak bahagia.

    Dalam kasusnya sendiri, Hector merasa kurang puas dengan dirinya. Oleh karena itulah, Hector melakukan perjalanan ke berbagai negara di dunia ini untuk mencari tahu dan berusaha memahami apa saja sebenarnya yang membuat orang merasa bahagia atau tidak bahagia.

    Harapannya, ia bisa membantu dirinya dan orang-orang di sekitarnya memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Ia mengunjungi Cina, Afrika, Amerika Serikat, dan negara lainnya, bertemu banyak orang—kenalan baru maupun teman lamanya—, dan mencatat hasil pengamatannya di sebuah buku catatan. Apa saja jawaban yang berhasil ia temukan tentang kebahagiaan?

    Hector dan The Alchemist

    Gaya penceritaan hasil terjemahan di novel ini cukup ringan dan mengalir. Saya bisa menikmati alur ceritanya dengan sangat baik. François Lelord menggambarkan karakter Hector sebagai orang yang muda, cerdas, profesional, baik hati, dan sangat tertarik dengan diri manusia.

    Yah, meskipun ada satu sisi Hector yang juga tidak saya suka. Karakter dirinya yang mudah terlibat affair dengan wanita yang ditemui di satu dua negara yang dikunjunginya. Apa itu cara membuatnya bahagia? Kebahagiaan semu mungkin, ya?

    Membaca novel ini mengingatkan saya pada sosok Santiago di novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Sama halnya seperti Hector, Santiago pun melakukan perjalanan jauh untuk mengejar mimpinya mendapatkan harta karun. Menurut saya, nilai hidup yang ingin disampaikan kedua novel ini hampir sama substansinya.

    Ada satu perkataan seorang biksu yang sangat saya sukai dan sejalan dengan apa yang diajarkan di dalam agama saya.

    “Ada satu faktor penentu kebahagiaan yang hilang dari daftar Anda: cara orang memandang sesuatu. Singkat kata, orang yang menganggap gelasnya setengah penuh sudah pasti merasa lebih bahagia dibandingkan orang yang menganggap gelasnya setengah kosong.” (halaman 208)

    Cara kita memandang sesuatu memang akan menentukan apakah kita merasa bahagia atau tidak. Kita bisa lihat di sekitar kita bahwa ada orang-orang yang kehidupannya sulit tetapi ia merasa selalu bahagia. Semua itu karena ia merasa bersyukur terhadap apa yang dimilikinya dan selalu memandang bahwa Tuhan telah memberikan jalan hidup masing-masing orang.

    Biasanya, orang-orang yang dekat dan taat kepada Yang Maha Pencipta cenderung lebih mudah merasa bahagia dibandingkan yang tidak. Mereka tentu saja memiliki pegangan yang kokoh, yang tidak ada sesuatu pun pantas menggantikannya. Seperti juga yang disebutkan di dalam kitab Al-Qur’an tentang jalan kebahagiaan,

    “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS. Ar-Ra’d : 29)

    “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, …” (QS. Ibrahim: 7)

    Gaya Penggambaran Latar yang Unik

    Hal lainnya yang menarik dari novel ini adalah cara penulis menyampaikan latar tempat dan negara yang dikunjungi Hector. François Lelord tidak secara gamblang menyebutkan nama negara apa yang dikunjungi Hector selain Cina, atau bahkan negara asal Hector sendiri, atau tempat-tempat yang didatanginya.

    Penulis hanya mendeskripsikan ciri-ciri khas negara atau tempat tersebut. Saya sendiri sering kali menebak-nebak negara atau tempat apa yang dimaksudkan.

    Kalau di atas tadi saya sebutkan Afrika dan Amerika Serikat, itu karena saya dapati penyebutan negara tersebut di sampul belakang novel ini. Kalau tidak disebutkan, mungkin saya kesulitan menebak negara-negara yang dikunjungi Hector atau negara asalnya sendiri. Unik!

    Selain inspiratif, novel ini juga sarat dengan ilmu psikologi. Ini tentu saja sangat berpengaruh dari latar pendidikan penulisnya, François Lelord, yang memang mendalami ilmu pengobatan dan psikologi.

    Di dalam novel ini juga ada diselipkan satu dua sindiran, opini, dan wacana yang cukup kontroversial di masyarakat dunia yang bagi kita menjadi semacam selingan ringan tapi berbobot. Semoga buku serial Hector yang lainnya segera diterjemahkan juga.

    Seberapa Bahagia Kita?

    Lantas muncul pertanyaan, “Seperti apa bahagia bagi saya?” Hmm … pertanyaannya dalam, sedalam makna yang ingin disampaikan *ceileh*.

    Sebenarnya apa yang didapatkan Hector tentang sebab-sebab bahagia itu sudah pas. Tambahannya bagi saya, bahagia yang ingin saya capai itu tentunya yang sejalan dengan apa yang dimaui oleh Pencipta saya. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

    Bahagia di dunia ini bagi saya adalah bisa menjalani hari-hari dengan hati yang tenang dan lapang serta bersama-sama orang yang kita sayangi berlari menjemput ridho Allah Ta’ala. Tujuannya tentu saja supaya kita bisa beroleh bahagia juga di akhirat. Amin.

  • Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah

    Prioritas dalam Ilmu, Amal dan DakwahJudul: Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah
    Penulis: Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah
    Judul Asli: Awwaliyyaatul Ilmi wal Amali wad Da’wah
    Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
    ISBN: 978-602-8062-00-8
    Tebal: 177 hlm
    Tahun terbit: 2007
    Cetakan: Pertama
    Genre: Nonfiksi, Agama Islam, Ibadah, Adab dan Akhlak
    Rating: 4/5

    Ilmu, amal dan dakwah, manakah yang lebih prioritas bagi seorang muslim? Ilmukah? Dakwahkah? Ataukah amal yang lebih penting? Untuk menjawab pertanyaan ini, Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah menuliskan risalahnya dalam satu buku ringkas berjudul Prioritas dalam Ilmu, Amal dan Dakwah, yang dibagi menjadi 20 bab.

    Salah satu poin penting yang dibahas buku ini adalah perbandingan porsi antara menuntut ilmu agama yang dibutuhkan untuk melaksanakan ibadah haruslah lebih besar dibandingkan dengan porsi pekerjaan untuk mencari nafkah. Bekerja keras mencari nafkah yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencegah kita dari meminta-minta juga adalah ibadah, tetapi bukan berarti pekerjaan itu menyita semua waktu kita sehingga lalai melaksanakan shalat, belajar ilmu agama, melakukan ibadah wajib dan sunnah lainnya, atau berdakwah mengajak orang lain kepada yang ma’ruf. Ada satu hadits nabi yang saya baca di buku ini dan sangat bagus nasihatnya, masya Allah …. (more…)

  • The Great Gilly Hopkins oleh Katherine Paterson

    Judul: The Great Gilly Hopkins
    Penulis: Katherine Paterson
    Penerjemah: Sapardi Djoko Damono
    Penerbit: PT Elex Media Komputindo
    ISBN: 979-20-1769-0
    Tebal: 184 hlm
    Tahun terbit: 2000
    Cetakan: Pertama
    Genre: Fiksi Anak, Fiksi Terjemahan
    Rating: 3/5

    Galadriel Hopkins lebih sering dipanggil Gilly. Di usianya yang kesebelas tahun, Gilly sudah berkali-kali pindah sana-sini dikarenakan tingkahnya yang sangat sulit diatur. Meskipun ia memiliki seorang ibu, Courtney, tapi ibunya tidak tinggal bersama Gilly.

    Sejak kecil, Gilly menjadi tanggungjawab Dinas Sosial lewat perantara Nona Ellis. Ia pernah menjadi anak angkat beberapa keluarga, namun Gilly terlalu cerdik dibandingkan anak seusianya.

    Hanya satu keinginan terbesar Gilly, yaitu bertemu ibu kandungnya dan tinggal bersamanya. Karena itulah, Gilly sering sekali melakukan hal-hal yang membuat keluarga angkatnya tidak betah sehingga ia bisa keluar dari rumah mereka.

    Gilly pindah (lagi) ke rumah bu Trotter, seorang janda berbadan sangat besar dan buta huruf. Trotter memiliki anak asuh yang tinggal bersamanya. Namanya William Ernest (W.E) yang agak abnormal.

    Bersama tetangga mereka, pak Randolph, yang memiliki perpustakaan berisi buku yang sangat banyak, keluarga baru ini sering menghabiskan waktu bersama yang sebenarnya tidak terlalu disukai Gilly.

    Di sekolah, Gilly mendapat teman baru yang sedikit aneh dan guru yang agak unik bernama bu Harris. Ia juga masuk di kelas yang isinya siswa-siswa unik. Lengkaplah sudah kejengkelan Gilly. Pada dasarnya, ia tidak ingin menjalani kehidupan baru tersebut.

    Suatu ketika, seorang wanita tua yang mengaku sebagai neneknya Gilly datang ke rumah bu Trotter dan berniat ingin membawa Gilly pulang ke rumahnya. Bukannya senang, Gilly malah merasa sedih dan ketakutan.

    Apa sebenarnya yang akan terjadi pada Gilly? Apakah Gilly akan meninggalkan keluarga baru yang terlanjur disayanginya itu? Ataukah ia akan ikut dengan nenek? Yah, inilah jawaban yang harus pembaca cari dengan membaca novel seru ini.

    Karakter Anak yang Aktif

    Karakter Gilly di novel ini digambarkan sebagai anak yang cerdas dan pemberani, tetapi sulit diatur. Ia memiliki kemauan keras untuk sesuatu yang benar-benar diinginkannya. Gilly juga sosok yang humoris dan aktif, tetapi ia juga suka mengomel di dalam hatinya jika menemukan hal-hal yang tidak ia sukai.

    Jauh di lubuk hatinya, sebenarnya Gilly adalah anak yang baik, hangat, dan penuh kasih sayang. Hanya saja, kesendiriannya dan perasaan ditinggalkan oleh ibunya yang tidak sesuai harapan membuka sisi memberontak dalam dirinya.

    Membaca novel ini cukup membangkitkan banyak perasaan dalam diri saya. Kadang-kadang saya tertawa membaca kejahilan yang dilakukan Gilly. Sesekali saya menangis karena fragmen sedih yang dimunculkan tokoh-tokohnya.

    Pernah juga saya merasa geregetan karena ulah si Gilly. Saya merasa simpati dan kasihan pada sosok Gilly. Duh! Campur aduk jadi satu deh mengikuti aktivitas-aktivitas seru Gilly.

    ***

    Novel ini diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Hasil terjemahannya cukup enak dibaca meskipun ada beberapa bagian yang agak sedikit kaku, barangkali?

    Hanya ada satu poin yang cukup mengganggu bagi saya pribadi, yaitu bertebarannya kata “br*ngsek” yang diucapkan oleh Gilly sebagai wujud kekesalan atau pemberontakannya. Menurut saya kata-kata ini agak sedikit kurang pas jika buku ini diperuntukkan sebagai bacaan anak-anak atau remaja.

    Tapi, yah, novel ini benar-benar menampilkan realita kehidupan seorang foster child apa adanya. Oh, iya, di buku ini, nama penulis yang dituliskan di sampulnya adalah Katherina, bukan Katherine. Mungkin sedikit kesalahan penulisan, ya?

    The Great Gilly Hopkins pertama kali diterbitkan tahun 1978. Novel ini berhasil menyabet National Book Award Winner tahun 1979 untuk kategori Children’s Literature. Selain itu, buku ini juga mendapat penghargaan dari Christopher Award (1979), Jane Addams Award (1979), dan Newbery Honor (1979).

    Katherine Paterson sendiri adalah seorang penulis kelahiran Cina-Amerika dan dikenal luas sebagai penulis novel anak maupun remaja. Dua judul buku lainnya yang juga cukup terkenal di Indonesia adalah “The Master Puppeteer” dan “Bridge to Terabithia“.

    Kabarnya, novel The Great Gilly Hopkins akan diangkat juga ke film layar lebar tahun 2016 ini.

  • Akuaponik ala Mark Sungkar

    Resensi Buku Akuaponik Ala Mark SungkarJudul: Akuaponik ala Mark Sungkar
    Penulis: Mark Sungkar
    Penerbit: Agromedia
    ISBN: 978-979-006-553-6
    Tebal: 108 hlm
    Tahun terbit: September 2015
    Cetakan: Pertama
    Genre: Nonfiksi, Pertanian
    Rating: 4/5

    Sudah sejak lama saya menaruh minat pada akuaponik, tapi secara khusus belum pernah saya coba sendiri. Biasanya saya hanya melihat-lihat foto akuaponik milik teman-teman atau membaca informasinya dari internet, tapi itu pun masih belum ngeh secara rinci. Saya penghobi aktivitas berkebun dan beternak, sama seperti ayah saya. Mulai dari menanam sayuran dan tabulampot (tanaman buah dalam pot), memelihara ikan dan ayam, sampai membuat pupuk sendiri sudah kami jalani, bahkan sampai sekarang. Biasanya, saya menggunakan media tanah dengan campuran kompos, pupuk kandang dan kombinasi media lainnya untuk bertanam di halaman rumah. Saya juga menggunakan pupuk buatan sendiri yang saya olah dari bahan-bahan alami seperti sayuran, buah-buahan, ikan, limbah udang, kotoran hewan dan lain-lain. (more…)

  • Bekal Muslimah di Masa Haidh & Nifas oleh Ummu Ihsan & Abu Ihsan Al-Atsary

    Resensi Buku Bekal Muslimah di Masa Haidh & NifasJudul: Bekal Muslimah di Masa Haidh & Nifas
    Penulis: Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-Atsary
    Penerbit: Pustaka Imam Adz-Dzahabi
    ISBN: 978-979-1522-63-4
    Tebal: 106 hlm
    Tahun terbit: April 2014
    Cetakan: Kedua
    Genre: Agama Islam, Ibadah
    Rating: 4/5

    Masa haid dan nifas adalah masa-masa lemah bagi muslimah. Pada masa ini, selain lemah fisik, muslimah juga bisa mengalami kondisi futur, yaitu rasa malas, enggan, atau lamban dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Kondisi paling ekstrem yang bisa dialami seorang muslimah ketika haid adalah kegoncangan jiwa atau kekosongan hati dan pikiran yang akan sangat memudahkan syaithan untuk mengganggunya. (more…)

  • The 26-Story Treehouse oleh Andy Griffiths dan Terry Denton

    Judul: The 26-Story Treehouse
    Penulis: Andy Griffiths
    Ilustrator: Terry Denton
    Penerbit: Square Fish
    ISBN: 978-1-250-07327-3
    Tebal: 362 hlm
    Tahun terbit: April 2015
    Bahasa: Inggris
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 4/5

    Sehabis membaca buku The 13-Story Treehouse dua bulan lalu, saya jadi jatuh cinta dengan Seri Treehouse ini. Oktober lalu, saya pun membeli seri keduanya yang berjudul The 26-Story Treehouse di Periplus Medan karena di B&B belum ada. Dan coba tebak! Saya makin jatuh cinta sama serial ini ^^

    Masih bersama Andy dan Terry, di buku The 26-Story Treehouse ini, ada penambahan 13 cerita baru dari 13 cerita sebelumnya di seri pertama. Rumah pohon mereka juga bertambah arenanya.

    Ada arena bumper car, arena skating dilengkapi lubang berisi buaya, arena gulat berlumpur, ruang anti gravitasi, ruang es krim dengan 78 rasa yang dilayani oleh robot, juga ada labirin yang sangat rumit, dan masih banyak arena lainnya.

    Di buku keduanya ini, Andy dan Terry bercerita tentang bagaimana mereka berdua awalnya bertemu di laut ketika Terry hanyut dengan celana gelembung daruratnya, hingga mereka membuat rumah pohon yang sangat besar. Juga ada kisah bagaimana mereka berdua bertemu sahabatnya, Jill, bersama hewan-hewan miliknya yang sangat banyak.

    Semua kisah mereka itu memiliki satu benang merah, yaitu bermula dari terdamparnya mereka di sebuah lautan dan ditemukan oleh Kapten Woodenhean, si bajak laut yang sangat jahat. Kapten Woodenhead menangkap mereka bertiga, termasuk seluruh hewan yang ditemukan Jill di tengah laut, dan menjadikan mereka budaknya

    *Lho, bagaimana sih ceritanya sampai hewan-hewan itu bertemu Jill di tengah laut? He he he … rahasia dong! Baca bukunya sendiri aja, ya! :P*

    gambaran ketika Jill dan hewan-hewannya berkumpul di tengah laut :D
    gambaran ketika Jill dan hewan-hewannya berkumpul di tengah laut 😀

    Sesuatu terjadi di tengah laut yang menyebabkan mereka terdampar di suatu pulau. Di sana, mereka menemukan sebatang pohon yang sangat besar. Mereka pun memutuskan untuk membuat rumah pohon karena kedengarannya sangat seru dan mengasyikkan.

    Tapi, ternyata petualangan mereka tidak berhenti sampai rumah pohonnya selesai. Si Kapten Woodenhead menebar teror di rumah pohon mereka. Duh! Teror apa sih yang dilakukan oleh si Kapten? Apa Andy, Terry, dan Jill mampu menyelamatkan rumah pohon mereka?

    Saya suka sekali buku keduanya ini karena lebih lucu dan polos dibanding yang pertama. Halaman-halamannya juga lebih banyak ilustrasi kerennya. Dan pastinya, kisah Andy dan Terry di buku kedua ini lebih tak masuk akal. Hi hi hi.

    Pokoknya cerita petualangan mereka sangat seru dan lucu deh. Tak sabar menunggu buku ketiganya masuk ke toko buku langganan saya ^^

  • Menyelisik Alam Malaikat oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil

    Resensi Buku Menyelisik Alam MalaikatJudul: Menyelisik Alam Malaikat – Rukun Iman Kedua yang Sering Disalahpahami dan Dilupakan Banyak Orang
    Judul Asli: Mu’taqad Firaqil Muslimiin wal Yahuud wan Nashaaraa wal Falaasifah wal Watsaniyyiin fil Malaaikatil Muqarrabiin
    Penulis: Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil
    Alih Bahasa: Muslim Arif, Lc
    Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
    ISBN: 978-602-8062-48-0
    Tebal: xvi + 492 hlm
    Tahun terbit: November 2013
    Cetakan: Kedua
    Genre: Agama Islam, Aqidah
    Rating: 5/5

    Sebagian besar dari kita tentu pernah belajar tentang malaikat sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Hingga kita dewasa pun, pengetahuan tentang malaikat tersebut hampir tidak berubah, tetap sama seperti yang kita pelajari sewaktu kecil; Bahwa nama-nama malaikat itu ada sepuluh. Bahwa malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia adalah Izra’il. Dan bahwa malaikat yang bertugas mencatat amal kebaikan dan keburukan di kanan kiri kita bernama Raqib dan ‘Atid. Pengetahuan ini bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita, ‘kan? (more…)

  • The 13-Story Treehouse oleh Andy Griffiths dan Terry Denton

    The 13-Story TreehouseJudul: The 13-Story Treehouse
    Penulis: Andy Griffiths
    Ilustrator: Terry Denton
    Penerbit: Square Fish
    ISBN: 978-1-250-07065-4
    Tebal: 264 hlm
    Tahun terbit: April 2015
    Bahasa: Inggris
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 4/5

    Iseng-iseng lewat di Books & Beyond Plaza Medan Fair saat mencari info harga perlengkapan untuk sekolah baru, saya menemukan buku The 13-Story Treehouse ini di pojok salah satu rak. Sampulnya memikat hati saya karena cantik dan berbau rumah pohon. Apalagi setelah membaca sinopsisnya yang aduhai bikin penasaran 😀

    Karena tak sabar, saya langsung buka plastik segelnya dan membacanya sambil berjalan. Ceritanya lucu! Saya tidak bisa menahan senyum dan tawa saat membacanya. Tidak peduli dilihatin orang, saya terus ubek-ubek bukunya sampai di angkot. Apa sih yang bikin lucu itu? Itu tuh, gaya berceritanya Andy Griffiths dan karakter-karakter hidup yang membuat kita tergelak dengan kekonyolan dan kepolosan tingkahnya. Benar-benar asyik lho! (more…)

  • Prophetic Learning oleh Dwi Budiyanto

    Prophetic LearningJudul: Prophetic Learning
    Penulis: Dwi Budiyanto
    Penerbit: Pro-U Media
    ISBN: 978-979-1273-30-8
    Tebal: 268 hlm
    Tahun terbit: Februari 2014
    Cetakan: Keempat
    Genre: Agama Islam, Pendidikan Islam
    Rating: 3/5

    Allah Ta’ala mengaruniai manusia dengan potensi yang luar biasa berupa potensi fisik, akal dan hati. Ketiga potensi ini, bila dioptimalkan secara seimbang, akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi seseorang, termasuk dalam belajar dan pendidikan. Seorang muslim yang mampu memanfaatkan potensinya dengan baik akan menjadi seorang pembelajar yang efektif dan berkarakter pula. Ia akan mengarahkan tujuannya untuk jalan kebaikan sesuai yang Allah Ta’ala perintahkan. Nah, buku Prophetic Learning ini pun turut mengupas hal tersebut dan menjelaskan bagaimana cara menjadi muslim yang cerdas dengan mengikuti contoh generasi awal Islam terdahulu, yaitu jalan kenabian. (more…)