Blog

  • Misteri Alam Ghaib oleh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Wushabiy al-‘Abdaliy

    Judul: Misteri Alam Ghaib
    Judul Asli: At-Tahdziru min asy-Syaithan
    Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Wushabiy al-‘Abdaliy
    Penerjemah: Abu Thahir
    Penerbit: Daar Ibnu ‘Abbas
    ISBN: 9789791244381
    Tebal: 266 halaman
    Tahun Terbit: 1435 H / 2014
    Genre: Agama Islam, Aqidah dan Tauhid
    Rating: 3/5

    Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an telah menyebutkan secara gamblang dan sejelas-jelasnya bahwa syaithan adalah musuh bagi kita, musuh yang sangat nyata. Bahkan, ada banyak sekali hadits shahih rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang alam ghaib seputar jin dan syaithan sebagai dalil pendukung ayat-ayat Al-Qur’an yang bercerita tentang dunia jin dan syaithan.

    Semua ini tentunya ditujukan kepada umat Islam untuk dipelajari dan dipahami agar kita bisa menjauhi apa-apa yang menjadikan kita sebagai sahabat syaithan, sebab kata Allah ta’ala di dalam kitab-Nya, bahwa sahabat atau pengikut syaithan itu tempatnya di neraka.

    “Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh (kalian), sesungguhnya syaithan itu mengajak para pengikutnya agar menjadi penghuni neraka (sa’ir) yang menyala-nyala” (QS. Fathir : 6)

    Masalahnya, dalil demi dalil tersebut mungkin bagi sebagian kita agak kesulitan untuk mencarinya karena keterbatasan ilmu. Umumnya sebagian kita saat ini, jika ingin belajar ilmu aqidah tentang alam ghaib atau mencari dalil terkait hal tersebut, kita cenderung mencarinya di internet. Lebih cepat dan mudah.

    Meskipun begitu, ada banyak juga yang mencari informasi tersebut lewat buku-buku bertema tentang alam ghaib. Pertanyaannya adalah, “Apakah sumber internet dan buku yang kita pakai itu sudah shahih dan tepat?” Bisa iya, bisa tidak. Maka menjadi hal penting untuk mencari informasi atau belajar aqidah dari sumber-sumber yang shahih.

    Nah, buku Misteri Alam Ghaib yang disusun oleh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Wushabiy al-‘Abdaliy ini bisa menjadi salah satu jawaban bagi kita. Buku ini merupakan satu dari sekian banyak referensi shahih bagi kaum muslimin yang ingin mempelajari ilmu seputar jin dan syaithan. Penulis membagi buku ini menjadi 14 bab. Mulai dari pengenalan terhadap apa itu jin dan syaithan, sifat-sifatnya, amalan-amalan syaithan, sampai kaitannya dengan manusia disusun secara lengkap dan runut oleh penulis.

    Kelebihan buku ini selain hanya mencantumkan dalil-dalil shahih, juga terletak pada sistematika penyusunan dan pengelompokkan tema pembahasan sehingga pembaca akan sangat mudah mencari topik-topik tertentu dari daftar isi. Selain itu, penulis juga tidak hanya mengumpulkan berbagai ayat dan hadits yang menunjukkan segala informasi tentang jin dan syaithan, tetapi juga atsar dan faedah-faedah dari berbagai risalah yang juga diketahui berasal dari sumber yang shahih. Beberapa hadits dhaif yang banyak beredar di masyarakat juga dibahas di buku ini dengan tujuan agar umat Islam bisa menghindarinya.

    Barangkali, satu-satunya kekurangan yang saya rasakan, menurut saya pribadi, adalah ketiadaan penjelasan tambahan dari dalil yang ada. Buku ini hanya mencantumkan kumpulan dalil terkait tema alam ghaib, tidak ada penjelasan lainnya, sehingga bagi kita yang pemula mungkin membutuhkan referensi tambahan atau guru untuk penjelasan yang lebih memadai agar tidak salah paham. Walaupun begitu, tidak semua dalil memerlukan penjelasan. Mayoritas dalil bisa kita pahami hanya dengan membaca redaksinya saja, sebab di dalamnya sudah tercakup penjelasan yang cukup memadai.

    Saya pribadi menjadi lebih terbuka cakrawalanya tentang alam ghaib setelah membaca buku ini. Masih banyak hal-hal yang ternyata kita tidak tahu tetapi sering bersinggungan dengan kehidupan kita sehari-hari terkait alam ghaib ini. Mimpi, makan dan minum, buang air, berpakaian, serta berbagai aktivitas keseharian manusia tak luput dari jerat syaithan. Contohnya seperti penyakit infeksi lambung, seorang lelaki yang marah kepada istrinya, keragu-raguan manusia, lupa dan tidak konsentrasi, atau hal-hal lainnya ternyata berasal dari syaithan untuk menggiring kita agar salah jalan, agar tergoda, dan ujung-ujungnya menjadi teman mereka di neraka.

    Bagi penuntut ilmu atau mereka yang membutuhkan referensi tentang alam ghaib, buku ini sangat saya rekomendasikan. Buku ini bisa menjadi semacam indeks untuk mencari ayat atau hadits seputar tema alam ghaib. Bagi pemula pun buku ini sangat bisa dijadikan sebagai bahan belajar karena isinya sangat lengkap dan bermanfaat untuk mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh kita lakukan agar terhindar dari godaan dan gangguan syaithan. Semoga dengan membaca buku Mister Alam Ghaib ini, kita jadi lebih mawas diri dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin.

     
    salah satu halaman daftar isi buku Misteri Alam Ghaib (dok. pribadi)
    salah satu halaman daftar isi buku Misteri Alam Ghaib (dok. pribadi)
     

    *Ulasan ini diikutsertakan pada proyek battle challenge #31HariBerbagiBacaan

  • Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler oleh E.L. Konigsburg

    Judul: Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler
    Judul Asli: From the Mixed-up Files of Mrs. Basil E. Frankweiler
    Penulis: E.L. Konigsburg
    Penerjemah: Cuning K. Goenadhi
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN: 978-979-22-2773-4
    Tebal: 200 halaman
    Tahun terbit: April 2007
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 4/5

    Merasa dirinya selalu melakukan hal yang sama setiap harinya, monoton, dan diperlakukan tidak adil, Claudia memutuskan untuk kabur dari rumah. Ia ingin memberi pelajaran kepada orangtuanya. Tapi, bukan Claudia namanya kalau harus kabur tanpa rencana yang matang. Ia ingin kabur dengan nyaman.

    leh karena itu, ia memilih kabur ke Museum Seni Metropolitan, New York, yang memiliki tempat luas dan banyak area untuk dieksplorasi. Claudia menabung uangnya dan mengajak adiknya Jamie. Selain Jamie mudah diajak kerjasama, ia juga anak yang cerdik, terutama pelit, sehingga sudah pasti uang celengannya banyak.

    Mereka pun kabur sebelum jam pelajaran sekolah dasar dimulai. Seperti rencana mereka, dengan membawa kotak biola dan trompet yang diisi pakaian, mereka berpura-pura masuk ke museum sebagai pengunjung, lalu bersembunyi di sana sampai museum itu tutup.

    Menjelajahi ruang demi ruang, mempelajari sejarah demi sejarah seni, tidur di tempat tidur antik dari abad keenam belas, sampai mandi di kolam pancur, semua itu dilakukan oleh Claudia dan Jamie dengan sangat hati-hati tanpa melupakan kesenangan berpetualang.

    Masalahnya, Claudia tidak puas hanya sampai di situ saja. Mereka kemudian menemukan sebuah patung yang sangat indah. Claudia sampai terpukau melihatnya dan merasa ada sesuatu yang berbeda dengan patung itu. Menurut para ahli, tidak ada yang tahu siapa pemahatnya dan apakah patung tersebut asli atau palsu.

    Claudia merasa dirinya harus memecahkan misteri patung tersebut. Patung itu akan menunjukkan alasan penting mengapa ia melakukan semua ini dan tidak akan pulang sebelum ia menemukan apa hal penting itu. Patung apa, ya, sebenarnya itu? Dan siapa, sih, Mrs. Basil E. Frankweiler yang disebut-sebut di judul buku ini?

    “Rahasia adalah petualangan yang dibutuhkannya. Memiliki rahasia itu aman, dan membuatmu merasa berbeda. Merasa berbeda di dalam hati.”

    (halaman 171)

    Penerima Banyak Penghargaan

    Kisah “Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler” ditulis oleh E.L. Konigsburg pertama kali tahun 1967. Sejak diterbitkannya, buku ini banyak disukai oleh pembaca dari segala usia.

    Uniknya, meskipun ditulis di tahun 1967, tetapi perasaan dan suasana yang kita rasakan ketika membaca buku ini hampir tidak ada bedanya dengan masa yang lebih modern.

    Saya hampir tidak menyadari perbedaan waktu yang cukup jauh tersebut. Padahal, kalau kita mau membandingkan latar di tahun 1967 tentu akan sangat jauh berbeda dengan tahun 2000 ke atas.

    Perbedaan itu tidak terlihat di karya penulis Amerika yang satu ini. Kalau boleh saya menyebutnya semacam karya yang evergreen, barangkali, relevan sampai kapan pun.

    Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler memenangkan Newberry Award tahun 1968 untuk kategori American children’s literature. Buku ini juga masuk di dalam daftar Teachers’ Top 100 Books for Children berdasarkan polling tahun 2007 oleh Asosiasi Pendidikan Nasional Amerika Serikat.

    Selama bertahun-tahun, E.L. Konigsburg mendapatkan banyak kiriman surat dari para pembaca, terutama anak-anak, yang memberinya masukan, pertanyaan, dan juga permintaan untuk membuat sekuelnya.

    Tentu saja tidak akan ada sekuel dari buku ini karena penulis mengharapkan kisah Claudia dan Jamie akan bertahan sampai puluhan tahun yang akan datang.

    Edisi yang diterbitkan tahun 2007 ini merupakan edisi ulang tahun ke-35. Saya merasa bahagia membaca kisah kakak beradik Claudia dan Jamie di buku ini. Selain karena ringan, buku ini membahas tema tentang dunia arsip dan sejarah, yang tentu saja sangat berhubungan dengan bibliografi.

    Ceritanya juga ditulis dengan sangat rinci. Saya bisa merasakan petualangan dan debaran jantung mereka ketika harus bersembunyi di museum. Seru pastinya!

    Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari karakter Claudia dan Jamie yang cukup bagus untuk bahan pembelajaran anak-anak. Bahwa seorang anak sekali pun membutuhkan sesuatu yang membuat mereka merasa dirinya istimewa dan layak dihargai.

    Dan bahwa berpetualang menemukan hal-hal baru adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan oleh orangtua untuk tumbuh kembang anak agar aktivitas mereka tidak monoton.

    *Ulasan ini diikutsertakan pada Proyek Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan

  • Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan 2016

    31-hari-berbagi-bacaan

    Bulan ini saya ikut proyek battle challenge baca dan ulas buku selama 31 hari yang diadakan oleh mbak Ila Rizky. Proyeknya seru karena kita nanti ada partnernya masing-masing, berpasangan, jadi bisa saling support dan memotivasi. Tujuannya supaya rajin posting dan isi blog buku juga sih. Pasangan saya kali ini adalah Sinta @ Jendelaku Menatap Dunia. Nama tantangannya Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan 2016. Semoga bisa konsisten posting resensi tiap hari. Aamiin. (more…)

  • Daftar Tempat Penjualan Buku Baru dan Bekas di Medan

    Bagi para pecinta buku, mengetahui di mana saja tempat untuk berburu buku merupakan sesuatu yang sangat menarik dan menyenangkan. Kalau saya lebih suka menyebutnya dengan istilah wisata buku karena perasaan berburu buku itu seperti perasaan wisatawan yang akan mengunjungi suatu tempat wisata. Seru!

    Nah, bagi yang berdomisili di Medan atau para pecinta buku yang suatu saat akan berkunjung ke Medan, berikut ini saya coba daftar tempat-tempat penjualan buku baik baru maupun bekas yang ada di Medan sepengetahuan saya. Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat postingan ini, tapi baru ini sempat, setelah hiatus ngeblog selama 2 bulan lebih dikit. Jadi, mari kita lihat (more…)

  • Menikmati Kehebohan Big Bad Wolf Book Sale Indonesia 2016

    big bad wolf book sale

    Mengetahui informasi akan diadakannya Big Bad Wolf (BBW) Book Sale perdana di Indonesia membuat saya galau bin gumalau hihi. Pasalnya, di book sale tersebut, akan ada diskon besar-besaran hingga 80%. Buku-buku impor yang biasanya seharga 500 ribuan dibandrol dengan harga 100 ribuan. Bayangin, bagaimana saya tidak histeris coba 😀

    BBW merupakan salah satu pameran buku internasional terbesar di dunia yang pertama kali diselenggarakan oleh pemilik toko buku BookXcess Malaysia bernama Andrew Yap di tahun 2009. Bersama pasangannya yang bernama Jacqueline Ng, Andrew mewujudkan idenya itu untuk menghabiskan stok buku di tokonya. Karena sambutan di Malaysia sangat bagus, akhirnya BBW rutin diadakan setiap tahunnya dan kemudian dikelola oleh Big Bad Wolf Sdn. Bhd. (more…)

  • #3 Junie B. Jones and Her Big Fat Mouth

    Judul: Junie B. Jones and Her Big Fat Mouth
    Penulis: Barbara Park
    Penerbit: Random House
    ISBN: 9780679844075
    Tebal: 74 halaman
    Tahun terbit: 1993
    Bahasa: Inggris
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 3/5

    Hari Senin adalah Job Day di sekolah Junie B. Jones. Anak-anak diwajibkan memakai pakaian atau kostum profesi sesuai cita-cita yang ingin digelutinya ketika besar nanti.

    Menjelang hari H, anak-anak ruangan sembilan, kelasnya Junie B., sudah mulai heboh membicarakan profesinya masing-masing. Malangnya Junie B., dia belum memiliki gambaran kalau besar nanti mau jadi apa.

    Salah satu temannya, Roger, ingin menjadi sipir penjara dengan kunci-kunci yang begitu banyak. Junie B. pun ikut-ikutan ingin jadi penjaga penjara.

    Temannya yang lain, William, ingin menjadi superhero. Tebak apa? Junie B. tak ingin ketinggalan mau jadi superhero juga. Teman-temannya kemudian mengolok-olok Junie B. karena ikut-ikutan. Sudah tentulah, ya, bukan Junie B. namanya kalau dia mengalah.

    “I am just being one job!” I said very angry. “It’s a special kind of job where you paint and you unlock stuff and you save people! So there! Ha-ha on you!”

    (halaman 25-26)

    Kostum apa yang akan ia pakai nanti di hari Senin? Junie B. Jones ingin jadi pelukis, penjaga kunci, dan menyelamatkan orang-orang, semua dalam satu pekerjaan. Hmmm … Kira-kira pekerjaan apa yaaa itu?

    Seri ketiga ini mengangkat tema profesi bagi anak. Biasanya anak-anak memiliki daya imajinasi yang sangat tinggi. Profesi yang dilihatnya di televisi atau lingkungannya akan dengan sangat mudah diserap dan ditiru.

    Iya, kalau yang ia lihat profesi seperti dokter, polisi, guru dan sejenisnya. Bagaimana pula dengan acara-acara televisi yang berbau fantasi seperti superhero, bisa terbang, menolong orang, dan semacamnya, cenderung lebih mudah lagi untuk ditiru anak.

    Makanya tak heran kita sering melihat anak-anak yang punya cita-cita ingin menjadi Superman, Micky Mouse, Batman, dan lain-lain karena begitu kagumnya mereka terhadap karakter-karakter tersebut. Ini tentunya butuh kontrol orangtua dan guru untuk memberikan pemahaman yang baik.

    Seperti seri-seri sebelumnya, di seri ini pun saya menemukan banyak istilah-istilah kasar dan tidak sopan bagi anak-anak, yang menurut saya ini menjadi satu kekurangan. Dan lagi-lagi, saya tidak merekomendasikan ini untuk dibaca oleh anak-anak secara langsung.

    Lebih baik diceritakan kembali oleh orangtua sehingga anak-anak tidak perlu membaca atau mengetahui istilah-istilah kasar tersebut. Buku ini lebih cocok dibaca oleh orang dewasa. Atau setidaknya, jika untuk anak-anak, yang usianya sudah bisa membedakan benar dan salah.

    Tapi, dilihat dari segi cerita dan penggambaran karakter anak-anak yang polos, yang pada kenyataannya di sekolah sering terjadi hal-hal seperti ini, saya pribadi sangat suka dengan buku ini.

    Buku ini menampilkan isu di seputar anak-anak apa adanya. Ceritanya ringan, seru dan kocak membuat saya sesekali geli sekaligus gemas dengan karakter Junie B. Jones. Dan, bagi orangtua, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari serial ini.

    Seri lainnya dari Juni B. Jones dapat dibaca di sini.

  • #2 Junie B. Jones and a Little Monkey Business – Idiom Bagi Anak

    Judul: Junie B. Jones and a Little Monkey Business
    Penulis: Barbara Park
    Penerbit: Random House
    ISBN: 978-0-679-83886-9
    Tebal: 74 halaman
    Tahun terbit: 1993
    Bahasa: Inggris
    Genre: Fiksi Anak
    Rating: 3/5

    Junie B. Jones kali ini berhadapan dengan urusan per-monyet-an. Apa? Monyet? Iya, monyet. Pasalnya, semua ini gara-gara grandma yang memanggil adik Junie B. yang baru lahir dengan sebutan Little Monkey. Maksud sang nenek adalah bayinya lucu, tapi Junie B. memahaminya sebagai monyet betulan.

    Kita tahu sendirilah, ya, kalau karakter Junie B. yang pantang tak top ini sudah pasti langsung heboh mengumumkan ke teman-temannya bahwa adiknya itu monyet kecil.

    Bisa ditebak apa yang terjadi? Kegaduhan apa yang dibuat oleh Junie B. Jones sampai-sampai membuatnya dipanggil oleh kepala sekolah? Apa Junie B. Jones akan mendapatkan hukuman?

    Belajar Idiom dari Seri Junie B. Jones

    Salah satu topik yang diangkat di novel seri kedua Junie B. Jones ini adalah pengaruh idiom bagi anak-anak.

    Idiom atau ungkapan sering kali belum bisa dimengerti anak-anak seperti halnya orang dewasa pahami. Sudah lazim anak-anak akan memahami dengan polos seperti apa adanya yang disampaikan. Kita bilang A, maka yang ditangkap oleh mereka juga A, bukan A+.

    “Sometimes adults say things that can be very confusing to children. Like what if you heard me talking about a lucky duck? You might think I was talking about a real live duck. But lucky duck just means a lucky person.” (halaman 63)

    Anak-anak adalah perekam ulung. Mereka sangat mudah meniru apa yang dilihat dari orang dewasa, terutama orang-orang terdekat atau di lingkungan sekitarnya.

    Keistimewaan ini, kalau tidak dipantau, akan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Kita tak akan pernah tahu apa yang bisa mereka lakukan. Orang dewasa memang harus lebih berhati-hati ketika berbicara atau bersikap di depan anak-anak. Memilah-milah kata atau kalimat untuk disampaikan ke anak mungkin sebuah langkah preventif yang cukup bijaksana.

    Terkait idiom, dengan menjelaskan makna idiom yang sebenarnya, anak-anak pastinya akan mendapatkan pengetahuan baru yang membuat kosakata mereka lebih kaya. Jika tidak dijelaskan, siap-siap saja si anak mungkin akan menimbulkan hal-hal konyol seperti si Junie B. ini. Hi hi hi.

    Seperti buku pertamanya, kekurangan buku ini lebih kepada keterbukaan penulis dalam menggunakan kata-kata cemooh atau keluhan yang sebenarnya agak sedikit kasar dan kurang cocok dengan budaya ketimuran. Karakter tokoh utamanya, Junie B. Jones, yang blak-blakan, selebor, semaunya, dan sedikit kasar mewarnai hampir sebagian besar alur cerita.

    Saya berprasangka baik, mungkin maksud penulis agar ceritanya lebih natural dan menunjukkan dunia anak-anak apa adanya. Bisa jadi penggunaan kata-kata ejekan yang kurang pas itu memang untuk menjadikannya contoh pelajaran supaya tidak ditiru atau sebagai bahan diskusi saat belajar.

    Yang pasti buku ini sangat menarik untuk dibedah oleh para orangtua.

  • #BBIChildrenBooks: 5 Alasan Mengapa Saya Suka Membaca Buku Anak

    kredit: freepik.com
    kredit: freepik.com

    Kebanyakan orang umumnya menganggap bahwa buku anak ya untuk anak-anak, dibaca oleh anak-anak saja, sehingga ketika seseorang yang sudah dewasa membacanya cenderung dianggap kekanak-kanakan. Ini adalah stereotip yang terbentuk di masyarakat. Nyatanya, ada begitu banyak orang dewasa yang menyukai dan membaca buku anak, entah itu novel, novel grafis, komik atau jenis buku lainnya, termasuk saya.

    Mengapa saya suka buku anak? Ada 5 alasan utama. (more…)

  • #HUT5BBI: Quote Favorit

    Hari keempat event #HUT5BBI temanya adalah quote favorit dan peserta diharuskan upload foto quote favorit dari buku yang pernah dibaca. Saya memilih 2 quote ini sebagai favorit karena saya benar-benar menyukainya. Kebetulan keduanya saya ambil dari buku yang bertema tentang buku, yaitu Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken dan Fahrenheit 451.

    “Aku berjalan menyusuri rak-rak perpustakaan. Buku-buku tersebut memunggungiku. Tak seperti manusia yang ingin berjarak denganku, buku-buku itu malah menawarkan diri untuk memperkenalkan diri mereka. Bermeter-meter jajaran buku yang tak akan pernah mampu kubaca. Dan aku tahu: apa yang ada di sini adalah kehidupan yang merupakan pelengkap kehidupanku, yang menanti untuk dimanfaatkan. Tetapi hari-hari berlalu, dan kesempatan itu tetap tak tergapai—-terabaikan. Salah satu buku ini mungkin benar-benar bisa mengubah hidupku. Siapakah aku sekarang? Siapakah sebenarnya aku?”

    (more…)

  • #HUT5BBI: Aku dan BBI

    HUT BBI Kelima

    Wih, BBI sudah 5 tahun, dan saya sudah bersama BBI selama 3 tahun. Tidak terasa ya, waktu berjalan begitu cepat. Dibandingkan dengan waktu yang 3 tahun itu, isi blog buku saya ini masih jauh dari banyak … ketahuan ya bacanya tidak sebanyak teman-teman yang lain 😀 (more…)