Category: Event

  • 13 Days Reading Children & Young Adult’s Literature + Giveaway Hop

    Childlit & Young Adult Literatur Talk

    Teng! Bunyi gong telah dinyalakan πŸ˜€ Seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya, bahwa dalam rangka menyambut hari anniversary Blogger Buku Indonesia (BBI), kami, anggota BBI secara umum mengadakan event Around the Genres in 30 Days. Dan secara khusus, di tanggal 1-13 April ini, grup genre Childlit dan Young Adult mengadakan event 13 Days Reading Children & Young Adult’s Literature + Giveaway Hop. Apa itu? Oke, berikut ini penjelasannya masing-masing. Mari kita semarakkan anniversary BBI tahun ini. (more…)

  • Leafie: Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya oleh Hwang Sun-mi

    LeafieJudul: Leafie: Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya
    Judul Asli: Madangeul Naon Amtak
    Penulis: Hwang Sun-mi
    Alih Bahasa: Dwita Rizki Nientyas
    Penerbit: Qanita
    ISBN: 978-603-9225-75-4
    Tebal: 224 hlm
    Tahun terbit: Februari 2013
    Cetakan: Pertama
    Genre: Fabel, Fiksi Inspirasional
    Rating: 4/5

    “Kenapa aku ada di dalam kandang, sementara ayam Betina itu ada di halaman?”

    Leafie adalah seekor ayam betina yang memiliki keinginan untuk bertelur, mengeraminya, dan memiliki anak ayamnya sendiri. Sayangnya ia adalah ayam petelur yang terkurung di kandang. Setiap pagi, telurnya selalu diambil majikannya untuk dimakan. Bagaimana mungkin Leafie menetaskan anak ayam? Ia begitu ingin hidup seperti keluarga ayam betina di rumah halaman, yang bermain-main bersama anak-anaknya dengan bebas. Tapi, memang sudah menjadi takdir Leafie untuk menjadi ayam petelur. Beban pikiran tersebut membuatnya tak makan berhari-hari dan menyebabkan telurnya tidak keluar. Saking lemahnya kondisi Leafie, majikannya mengira Leafie sekarat. Leafie pun akhirnya dibuang ke lubang pembuangan. (more…)

  • Around the Genres in 30 Days

    Around the Genres in 30 Days

    Sebentar lagi tanggal 13 April tiba. Lho, memangnya hari apa sih itu? Hohooo … hari jadinya BBI doong ^^ Iya. Tanggal 13 April 2015 nanti adalah hari ultahnya BBI (Blogger Buku Indonesia) yang keempat tahun. Udah ga baby lagi, udah balita πŸ˜› Selamat ya Bebi! Ga terasa ya …. Saya sendiri gabung di BBI baru 2 tahun. Gabungnya bulan April 2013. Alhamdulillaah … rasanya bersyukur sekali bisa gabung dengan BBI karena jadi kenal banyak teman penggila buku. Berasa dijebloskan ke dunia tersendiri.

    Nah, dalam rangka meramaikan hari jadi BBI ini, BBI mengadakan proyek seru yang namanya Around the Genres in 30 Days. Bukan cuma Jules Verne aja yang punya Around the World in 80 Days, tapi BBI juga punya πŸ˜€

    Rangkaian acaranya apa saja? Jadi, selama 30 hari nanti, mulai 16 Maret sampai 17 April, anggota BBI yang berpartisipasi akan membuat semacam postingan dan event khusus tentang genre tertentu. Ada tiga grup genre yang akan diikut sertakan, yaitu Romance, Childlit dan Young Adult, serta Sci-fi dan Fantasi. (more…)

  • Opini Bareng BBI: Jangan Menilai Buku dari Luarnya Saja

    dont-judge-a-book-by-its-coverDon’t judge a book by its cover. Idiom ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar dan pahami maknanya. Bahwa sebagai seorang pembaca, sudah barang tentu menilai buku itu haruslah secara obyektif. Jika menilai sesuatu dari luarnya saja, kita cenderung menjadi subyektif dan tidak tahu secara utuh mana yang bagus dan mana yang tidak—menurut penilaian kita pribadi—dari sebuah buku.

    Saya termasuk tipikal pembaca yang selektif, yang lebih banyak memilih buku-buku yang sesuai dengan selera dan ‘aman’ bagi pikiran saya. Saya sulit untuk berpindah selera. Karena hal ini pula maka saya agak membatasi diri dengan genre romance, fantasi dan horor. Alasannya? Pertama, genre romance kebanyakan bercerita tentang pacaran dan kisah seseorang yang jatuh cinta, mengejar cinta, putus cinta, cinta diam-diam, dan sejenisnya. Bagi saya, pengulangan tema seperti itu cukup membuat saya malas untuk meliriknya. Klise. Tema-tema ini umumnya terdapat pada buku-buku teenlit atau juga di genre young adult. Selain itu, genre romance umumnya mengandung adegan-adegan erotis atau vulgar. Ini yang paling membuat saya sangat sangat tidak nyaman jika membacanya. (more…)

  • Fahrenheit 451 oleh Ray Bradbury

    Fahrenheit 451Judul: Fahrenheit 451
    Judul Asli: Fahrenheit 451
    Penulis: Ray Bradbury
    Alih Bahasa: Celcilia Rose
    Penerbit: PT Elex Media Komputindo
    ISBN: 978-602-02-1320-0
    Tebal: 234 hlm
    Tahun terbit: Juni 2013
    Cetakan: Pertama
    Genre: Distopia, Satire, Fiksi Sosial
    Rating: 4/5

    “There are worse crimes than burning books. One of them is not reading them.” (Ray Bradbury Quote)

    Apa yang membuat sebuah buku begitu berharga hingga seseorang rela mati bersamanya? Dan apa yang membuat sebuah buku begitu berbahaya pula hingga seseorang harus melenyapkannya? Jawabannya hanya satu; efek dari isinya. Bukankah telah banyak dituliskan oleh sejarah bahwa buku mampu memengaruhi pemikiran dan pendapat seseorang? Bahwa buku bisa mengubah seorang penjahat menjadi seorang alim. Dan bahwa buku pun sanggup menggerakkan segelintir orang untuk memberontak, menghakimi, bahkan membunuh. Dengan alasan yang hampir sama, tokoh kita ini, Guy Montag, yang adalah seorang pemadam kebakaran, membakar begitu banyak buku bersama rekan-rekannya. (more…)

  • Receh untuk Buku 2015 + Wrap Up Receh untuk Buku 2014

    Akhirnya tahun 2014 telah berlalu dan menyisakan sejumlah recehan yang terkumpul selama setahun tersebut. Sewaktu membuka celengan, saya deg-degan, dapat berapa ya tahun ini. Sejak ikut program receh untuk buku di tahun 2013 dan mendapatkan beberapa buku sebagai hasilnya, saya jadi semakin bersemangat mengumpulkan recehan lagi, karena ketika membeli buku menggunakan uang dari event ini, rasanya sangat memuaskan. Gembira gitu hihi. Lagian, recehan itu seringkali kita acuhkan di rumah kita. Kadang tergeletak begitu saja. Kadang tercecer-cecer entah di mana. Nah, kalau saja sisa-sisa recehan atau kembalian uang kita dalam bentuk receh dikumpulkan dan dibelikan buku, lumayan kan?

    Jadi berapa rupiah receh yang berhasil saya kumpulkan? Eng eing eng … jumlahnya sebesar Rp. 405.000. Wow, banyak! Iya, banyak! Alhamdulillaah ….

    wrap up receh untuk buku 2014

    Baru kali ini dapatnya sebanyak itu hihi. Dengan uang segitu, saya belikan beberapa buku agama yang sudah saya idam-idamkan, plus 2 buku yang tak kalah keren, yang saya dapat di obralan. Apa saja buku yang saya beli itu? (more…)

  • Pemenang September to Remember Hop

    september hop winner

    Alhamdulillaah, akhirnya event hop September to Remember selesai juga. Mohon maaf sebelumnya jika host agak telat mengumumkan pemenangnya dari tanggal yang ditetapkan. Ada sedikit kesalahan teknis ketika form isian jawaban tertutup sebelum jadwal deadline berakhir. Tapi ga perlu khawatir, soalnya kita sudah konfirmasi langsung ke peserta yang belum kirim jawaban via email. (more…)

  • September to Remember Blog Hop

    Hyaaa, udah bulan September aja ternyata, bulannya saya lahir berpuluh tahun yang lalu (ga usah sebut umur deh, maluuu haha). Sewaktu kecil, saya memang jarang merayakan hari lahir karena ga terlalu suka perayaan-perayaan atau keramaian. Setelah dewasa, saya ya cuma makan bareng dengan teman atau keluarga sebagai ucapan syukur, itu juga kalau saya ingat hari lahir saya. Seringnya malah kelupaan, kelewatan tanggal haha. Yang paling sering dilakukan kalau sudah masuk hari lahir, saya paling ya cuma mikir, bahwa ternyata usia hidup di dunia sudah berkurang lagi setahun. Ternyata sudah sebanyak ini umur hidup di dunia, pencapaian-pencapaian saya masih jauh dari kata bagus. Dan itu semua kadang bikin saya khawatir kalau-kalau ga sempat mengumpulkan bekal. Yah, hal-hal semacam perenungan begitulah. Sesuatu yang bisa membuka kesadaran kita lagi dan lagi, meski seringkali kita abaikan lagi (dan lagi). (more…)

  • Tiya oleh Samarpan

    Tiya SamarpanJudul: Tiya – Sebuah Kisah Pencarian Makna Hidup
    Judul Asli: Tiya – A Parrot’s Journey Home
    Penulis: Samarpan
    Alih Bahasa: Meidyna Arrisandi
    Penerbit: Mizan
    ISBN: 978-602-8811-14-9
    Tebal: 194 hlm
    Tahun terbit: November 2010
    Cetakan: Pertama
    Genre: Fabel
    Rating: 3/5

    Membaca fabel memang tak ada bosannya. Selalu saja ada hal-hal menarik yang bisa kita dapat dari kisah hewan-hewan tersebut. Sebuah analogi, anekdot, makna bahkan pesan moral akan banyak kita jumpai di setiap fabel yang pernah ditulis, termasuk kisah si burung beo yang bernama Tiya ini.

    Tiya lahir dan besar di sebuah pohon beringin. Ia tak pernah meninggalkan rumahnya selain untuk mencari makan. Burung yang suka merenung ini sangat berbeda dengan teman-temannya. Kalau teman-temannya sudah pergi pagi-pagi sekali untuk mencari makan, si Tiya ini justru masih di sarangnya, merenung. Sampai-sampai temannya menganggap dirinya pemalas. Tiya memiliki cara pandang berbeda tentang hidup. (more…)

  • Receh untuk Buku 2014

    Tahun lalu saya ikut berpartisipasi dalam event Receh for Books 2013 yang diadakan oleh mbak Floria Yasmin. Jadi selama setahun kemarin, saya mengumpulkan recehan sisa-sisa di dalam celengan plastik jadul saya. Meski celengan itu kurang menawan, tapi jasanya sudah cukup besar dalam menyimpan uang receh saya bertahun-tahun πŸ˜›

    recehforbooks2013
    (more…)