Judul buku: Surat-Surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Para Raja dan Panglima Perang
Judul asli: Al-Atsaru wad Dalaalaatu Lirasaailin Nabiy
Penulis: Syaikh Uhaimid Muhammad Al-Uqaili
Penerjemah: Wafi Marzuqi
Penerbit: Pustaka Yassir
ISBN: 978-602-8342-08-7
Tahun terbit: 2011
Jumlah halaman: 667 halaman
Genre: Agama Islam, Sejarah Islam
Rating: 5/5

Dalam rantai sejarah, yang namanya distorsi akan selalu ada sejak dahulu sampai sekarang, apa pun bentuk dan asalnya. Pun begitu pula dengan gambaran Islam dari pihak-pihak tertentu yang acap kali memberikan stigma negatif, termasuk yang berkaitan dengan penyebarluasan Islam pada masa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Islam hanya disebarkan dengan pedang dan pertumpahan darah. Anggapan ini terkadang ditelan bulat-bulat oleh generasi selanjutnya tanpa mengetahui fakta sejarah yang utuh. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, ada sebagian dari kita yang menjadi ragu atau bingung jika ditanya apakah benar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebarkan Islam lewat cara-cara brutal dan perang demi perang? Na’udzubillaah.

Alhamdulillah, terima kasih kepada Syaikh Uhaimid Muhammad Al-Uqaili yang telah menghimpun peninggalan arsip surat-surat bersejarah di masa nabi di dalam buku yang berjudul Surat-Surat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Kalau di resensi buku sebelumnya kita sudah mengenal para sekretaris nabi, kini lewat karya penulis ini, kita akan dengan mudah memahami geliat dakwah diplomasi nabi melalui surat-surat beliau.

Buku setebal 667 halaman dengan sampul keras ini berisi surat-surat yang dikirimkan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para raja, panglima perang, juga kepala wilayah di berbagai belahan dunia. Mulai dari Semenanjung Jazirah Arab, Romawi, Persia, India, hingga ke negeri Cina, surat-surat yang lahir dari ucapan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tulisan pena para sekretaris beliau telah berhasil sampai di tangan para pemimpin wilayah tersebut melalui duta-duta Islam yang handal.

Terbagi menjadi lima bab, buku ini akan menunjukkan seperti apa surat-surat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para pemimpin wilayah secara rinci. Rinci di sini maksudnya tidak hanya surat yang dikirimkan oleh nabi, melainkan balasan atau tanggapan atas surat tersebut dari para raja dan panglima juga dicantumkan di dalam buku ini secara sistematis dan kronologis seolah-olah kita sedang membaca korespondensi yang dilakukan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari surat-surat tersebut, kita bisa melihat kebijaksanaan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sosok nabi yang mulia yang keistimewaannya juga diakui oleh banyak pemimpin wilayah yang menerima surat beliau.

Surat-surat yang diulas di buku ini bersumber dari bukti otentik seperti manuskrip asli surat nabi yang masih ada peninggalannya, hadits dan riwayat shahih, risalah kitab para ulama shalafus shalih, dan sumber-sumber lainnya yang saling mendukung. Kerangka surat nabi senantiasa dimulai dengan basmalah, kemudian puji-pujian kepada Allah, dan pemberitahuan tentang rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah. Selanjutnya, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberikan salam penghormatan yang bijaksana kepada orang yang dituju. Kemudian barulah masuk kepada inti surat yakni mengajak kepada tauhid. Tak lupa, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mendoakan para penerima surat dengan doa kebaikan dan hidayah.

Hampir seluruh surat-surat nabi merupakan bentuk dakwah tauhid beliau kepada para pembesar negeri dengan harapan mereka mau menerima Islam beserta warganya. Ini dapat dilihat dari ajakan beliau kepada Islam dengan cara yang hikmah, serta senantiasa menghimbau para pemimpin wilayah untuk bersedia menerima Islam. Jika mereka menerimanya, maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan membela harta dan jiwa mereka. Jika menolak, maka mereka diminta untuk mengakui kekuasaan Islam dan membayar jizyah dan akan dilindungi warganya. Jika mereka tetap menolak tawaran tersebut, barulah kemudian perang tidak terhindarkan, tetap dengan memperhatikan adab-adab dalam berperang, di mana tidak boleh terjadi penyiksaan, pemotongan, membunuh wanita dan anak-anak, serta melakukan pengrusakan dan kezholiman. Di mana-mana, tidak ada perang yang sebelumnya didahului dengan nasihat bijaksana dan ajakan kasih sayang seperti yang dilakukan nabi. Perang adalah alat terakhir yang ditempuh oleh umat Islam ketika itu.

Membaca buku ini seolah kita sedang menyaksikan babak demi babak geliat diplomasi rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Ada banyak efek kebaikan yang timbul dari surat-surat tersebut, terlebih lagi kepiawaian diplomasi dan kejernihan iman para duta Islam yang diutus nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan surat sekaligus mensyiarkan Islam menambah semakin cemerlangnya karakter nabi dan kecerdasan duta tersebut di mata para pembesar negara. Banyak yang kemudian menerima surat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diikuti penerimaan mereka terhadap Islam seperti gubernur Bahrain dan raja Najasyi, namun ada pula pemimpin yang sebenarnya ingin menerima tetapi tak berdaya di depan rakyatnya sehingga kemudian menolak tawaran nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Heraclius penguasa Romawi.

Selain surat-surat kepada para raja, diulas pula surat kepada panglima perang dan pemimpin wilayah Islam yang dipegang oleh para sahabat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak ketinggalan surat-surat perjanjian seperti perjanjian Hudaibiyah dan lainnya, surat-surat pemberian tanah, atau surat-surat kepada orang-orang yang hatinya perlu diikat juga diulas oleh penulis di bagian bab keempat. Masya Allah, lengkap.

“Di antara kebijaksanaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memuliakan setiap orang mulia dari kaumnya dengan penghormatan yang sepadan dengannya, dan mengangkat orang yang paling besar atau paling mulia dari setiap kaum sebagai pemimpin. Hal itu demi mengharap keislamannya, juga demi memperhatikan kepantasan dalam memegang jabatan dan menakut-nakuti orang-orang rendahan untuk menjadi pemimpin. Ini merupakan keindahan pengaturan beliau. Karena, beliau tahu bahwa setiap kaum sangat menaati pembesarnya. Dengan menetapkan para pembesar pada setiap jabatannya masing-masing adalah untuk memperkokoh ikatan mereka dengan Islam.” (halaman 613)

Buku Surat-Surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diterbitkan oleh Pustaka Yassir ini merupakan satu-satunya buku terjemahan yang pernah saya baca yang sangat lengkap memuat surat-surat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya katakan sangat lengkap karena buku dengan tema sejenis yang pernah ada seperti Surat-Surat Nabi Muhammad karya Kholid Sayyid Ali terbitan Gema Insani Press tidak mencantumkan surat-surat balasan secara rinci, hanya surat singkat nabi.

Contoh isi surat nabi kepada gubernur Bahrain

 

Contoh sepenggal isi surat balasan gubernur Bahrain kepada nabi

Daftar isi buku

 

Penulis buku ini bahkan menambahkan poin-poin penting seperti dampak dan petunjuk informatif yang diperoleh dari surat-surat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk penjelasan tambahan. Selain itu, surat-surat yang diulas disajikan secara kronologis sehingga terdapat pula beberapa informasi lain seperti kaitannya dengan turunnya surat atau ayat Al-Quran tertentu serta hadits-hadits yang mendukungnya. Ini tentunya akan sangat menambah wawasan, pemahaman dan keyakinan kita tentang sejarah dan kemuliaan Islam, termasuk betapa hebatnya sosok rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sayangnya, buku ini tidak dilengkapi dengan lampiran gambar surat yang masih ada bukti peninggalannya, meskipun sedikit, seperti yang ada di buku sejenis lainnya.

***

Membaca buku Surat-Surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mudah-mudahan akan membuka mata kita bahwa surat-surat beliau sangat jelas mencerminkan kasih sayang, doa hidayah, nasihat, arahan beribadah dan berakhlak, kepercayaan diri bahwa Islam akan dapat menjangkau seluruh belahan bumi, kebijaksanaan, serta toleransi terhadap keyakinan agama lain, yang itu tidak semua pemimpin memilikinya.

Mudah-mudahan dengan ulasan ini, meskipun singkat dan belum mampu mewakili secara utuh isi bukunya, kita semakin sayang dan bangga kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena perjuangan keras beliau bersama para sahabatlah kita hingga di bumi timur ini bisa merasakan nikmatnya berislam.