Resensi Buku 65 Sekretaris NabiJudul: 65 Sekretaris Nabi
Judul Asli: Kuttabun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Penulis: Prof. Dr. Muhammad Musthafa A’zhami
Penerjemah: Mahfuzh Hidayat Lukman
Penerbit: Gema Insani
ISBN: 978-979-077-080-5
Tebal: 240 halaman
Tahun Terbit: November 2008
Genre: Agama Islam, Sejarah Islam, Biografi
Rating: 4/5

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal sebagai nabi yang ummi bukanlah tanpa alasan. Memang, pada masa pra-Islam, mayoritas orang Arab saat itu tidak bisa membaca dan menulis sehingga Allah ta’ala menyebutnya sebagai masyarakat yang ummi (ummiyyun) di dalam Al-Qur’an. Namun, pelabelan ummi ini bukan berarti masyarakat Arab secara generalis sama sekali tidak mengenal budaya baca tulis alias buta huruf. Di tengah-tengah masyarakat Arab pra-Islam, ada sebagian kalangan yang sudah mengenal huruf dan membudayakan kegiatan membaca dan menulis. Mereka sudah terbiasa mendokumentasikan berbagai akad perjanjian, jual-beli, utang-piutang, maupun mengabadikan peristiwa yang terjadi kala itu melalui tulisan.

Ketika Islam datang, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ummi tentu saja membutuhkan sahabat-sahabat yang mampu baca tulis untuk membantu beliau dalam dakwahnya, terlebih ketika pengaruh Islam semakin luas. Maka ketika masyarakat Arab tadi masuk Islam, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeleksi mereka-mereka yang mampu baca tulis untuk ditunjuk sebagai juru tulis atau sekretaris negara.

Buku 65 Sekretaris Nabi yang berjudul asli Kuttabun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini ditulis oleh Prof. Dr. Muhammad Musthafa A’zhami, seorang ahli hadits kontemporer yang dikenal luas lewat kajian kritisnya terhadap teori-teori dari para orientalis Islam. Penulis, yang salah satu karya monumentalnya sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya, menulis buku ini dengan merujuk pada manuskrip kitab karya al-Baqilani yang berjudul al-Intishar lil Qur’an sebagai sumber utama. Kitab al-Baqilani tersebut mengulas nama-nama sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebagian besar sudah diulas oleh penulis lainnya dengan tambahan beberapa nama baru yang belum pernah diulas oleh penulis sebelumnya.

Berdasarkan frekuensi menulis surat, sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diklasifikasikan dalam tiga kelompok; sekretaris yang banyak menulis surat, yang sedikit menulis surat, dan yang namanya tercantum pada kitab-kitab lainnya tetapi tidak disebutkan secara eksplisit sebagai sekretaris. Nah, metode yang ditempuh penulis dalam menulis buku ini adalah dengan mengumpulkan semua nama yang disebut-sebut sebagai sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa mempertimbangkan frekuensi penulisannya. Penulis juga menambahkan di dalam buku ini beberapa nama yang masih belum diyakini kevalidannya tetapi dicantumkan oleh para penulis kitab-kitab lainnya yang berkonsentrasi pada pembahasan seputar sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu saja dengan tujuan untuk mengulas keabsahannya, sehingga pembaca dapat membedakan mana yang valid dan mana yang masih belum diyakini kebenarannya.

Ada 65 orang sekretaris Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang biografinya diulas secara singkat oleh Prof. Dr. Muhammad Musthafa A’zhami. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian pembahasan utama, di mana di bagian pertama, penulis mengulas tentang geliat administrasi dan kearsipan di masa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada masa itu, bangsa Arab Islam sudah mengenal konsep kesekretariatan yang disebut dengan istilah Diwan. Para sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memiliki pembagian tugas masing-masing yang berbeda. Ada yang khusus mencatat Al-Qur’an, ada yang mencatat urusan kenegaraan seperti perjanjian, utang-piutang, dan akad lainnya, serta ada pula bagian penerjemah yang berurusan dengan bahasa asing.

Bagian kedua buku ini membahas tentang sistematika penulisan surat seperti bentuk konsep surat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, penanggalan surat, dan beberapa hal terkait kerangka surat yang dibuat. Sedangkan di bagian ketiga, penulis mengulas biografi singkat 65 para sekretaris nabi yang disusun sesuai urutan huruf hijaiyah. Dapat dikatakan bahwa biografi yang diulas di buku ini teramat ringkas dan hanya berkaitan dengan geliat tokoh dalam hal surat-menyurat, itu pun tak banyak. Bahkan, beberapa tokoh hanya diulas sedikit saja dikarenakan tidak banyaknya sumber yang membahas kehidupan mereka.

Meskipun 65 biografi di dalamnya diulas cukup singkat, tapi buku ini sebetulnya membuka perspektif baru bagi pembaca dalam mengenal tokoh yang dikenal maupun jarang dikenal orang banyak sebagai sekretaris nabi, yakni orang-orang berilmu dengan potensinya masing-masing. Sebut saja Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu yang menjadi sekretaris pertama dari kalangan Anshar, atau sekretaris paling terkenal bernama Hanzhalah ibnur Rabi’ radhiyallahu’anhu yang menyimpan stempel nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga Az-Zubair ibnul Awwam radhiyallahu’anhu yang mendata harta-harta sedekah, atau Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu yang memegang jabatan hakim (qadhi) sekaligus bertugas menuliskan wahyu Al-Qur’an dan surat-surat yang diperuntukkan kepada para raja, dan masih banyak nama lainnya dengan keistimewaan tersendiri.

Selain tiga pembahasan utama di atas, buku ini juga melampirkan sedikit foto-foto manuskrip surat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada beberapa orang yang masih ada jejak peninggalannya, serta gambar contoh inskripsi (tulisan) di masa Arab pra Islam, yang bisa menjadi khazanah tambahan bagi pembaca.

Manuskrip Surat Nabi

Contoh Halaman Lampiran Gambar

Tidak banyak buku yang mengupas nama-nama sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus, apalagi buku terjemahan. Rasanya Saya belum pernah mendapati buku lainnya yang mengupas para sekretaris nabi selain karya Prof. Dr. Muhammad Musthafa A’zhami ini. Penulisan buku ini didasarkan pula pada manuskrip-manuskrip yang sudah berhasil ditemukan, termasuk yang belakangan, yang pada kitab-kitab sebelumnya tidak termaktub. Dan tidak menutup kemungkinan apabila nantinya ditemukan manuskrip lainnya yang mengemukakan nama-nama lain dari jajaran sekretaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga buku ini bisa menambah pengetahuan pembaca tentang sejarah Islam, terutama terkait geliat kearsipan dan administrasi pada masa Arab setelah kedatangan Islam.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa membaca buku-buku berikut ini terkait surat, duta dan sekretaris nabi.