Pesona Surga oleh ‘Abdul Halim bin Muhammad Nashshar As-Salafi

Pesona SurgaJudul: Pesona Surga
Judul Asli: Shifatul Jannah fil Qur-aanil Kariim
Penulis: Abdul Halim bin Muhammad Nashshar As-Salafi
Alih Bahasa: Fajar Kurnianto, S.Th.I
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
ISBN: 978-602-9183-35-1
Tebal: 540 hlm
Tahun terbit: November 2011
Cetakan: Pertama
Genre: Agama Islam, Aqidah
Rating: 5/5

Jika sikap khauf (takut) bisa dimunculkan dengan mengenal neraka, maka untuk memunculkan sikap raja’ (harap) kita bisa pula dengan mengenal surga. Mengetahui tentang keadaan surga baik sifat, fisik dan kondisi di dalamnya akan menumbuhkan motivasi bagi setiap muslim untuk semakin bersemangat dalam menaati Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala telah menciptakan sebuah stimulus terbaik bagi orang-orang yang shalih, yakni berupa surga yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang tidak pernah terlihat mata, tidak pernah terdengar telinga, dan tidak pernah pula terlintas di benak manusia. Surga tidak akan pernah berubah seiring berjalannya waktu dan akan kekal dengan segala kenikmatan yang tidak sesuatu pun bisa menyerupainya. (more…)

Dahsyatnya Neraka oleh Ibnu Rajab al-Hambali

Dahsyatnya NerakaJudul: Dahsyatnya Neraka
Judul Asli: At-Takhwif min an-Nar wa at-Ta’rif bihal dar al-Bawar
Penulis: Ibnu Rajab al-Hambali
Alih Bahasa: Widyan Wahyudi
Penerbit: Pustaka at-Tazkia
ISBN: 978-979-2426-45-8
Tebal: 364 hlm
Tahun terbit: Desember 2008
Cetakan: Pertama
Genre: Agama Islam, Aqidah
Rating: 5/5

Bagi setiap muslim, beribadah kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala haruslah disertai dengan tiga cara ini, yaitu cinta, khauf (takut) dan raja’ (harap). Ketiganya harus seimbang. Sikap khauf dibutuhkan agar kita selalu ingat bahwa setiap keburukan yang kita lakukan di dunia pasti akan beroleh balasan di akhirat nanti. Khauf membuat kita melakukan proteksi diri agar lebih berhati-hati dalam berbuat dan menghindari kemaksiatan. Sedangkan sikap raja’ dibutuhkan agar kita tetap semangat dalam ketaatan dan tenang menjalani ujian hidup. (more…)

Ulasan Tuntas tentang Tiga Prinsip Pokok oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Ulasan Tuntas tentang 3 Prinsip PokokJudul: Ulasan Tuntas tentang Tiga Prinsip
Judul Asli: Syarhu Tsalatsatil Ushul
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Alih Bahasa: Zainal Abidin Syamsuddin, Lc & Ainul Haris Arifin, Lc
Penerbit: Darul Haq
ISBN: 978-979-9137-01-2
Tebal: 286 hlm
Tahun terbit: 2014
Cetakan: Keenam belas
Genre: Agama Islam, Aqidah
Rating: 4/5

“Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?”

Tiga pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang akan ditanyakan oleh dua malaikat setelah seseorang dikuburkan ketika meninggal dunia. Tiga pertanyaan ini pulalah yang akan menjadi awal apakah seseorang merasakan nikmat atau siksaan di alam barzakh sampai hari kiamat tiba. Pertanyaan yang terkadang kita anggap sederhana, mudah dan mampu kita jawab di dunia, tetapi hakikatnya belum tentu bisa kita jawab dengan benar di alam kubur. Jawaban kita akan bergantung pada kualitas keimanan yang kita miliki. Bagaimana caranya supaya kita bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut dan selamat di akhirat? Keyakinan yang benarlah jawabannya. (more…)

Amalan Penghibur di Alam Kubur oleh Fahd bin Abdurrahman Asy-Syuwaib

Amalan-Penghibur-di-Alam-KuburJudul: Amalan Penghibur di Alam Kubur
Judul Asli: Jarayanu Al-Hasanati Ba’da Al-Mamati
Penulis: Syaikh Fahd bin Abdurrahman Asy-Syuwaib
Alih Bahasa: Ali Murtadho
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
ISBN: 978-602-9183-57-3
Tebal: 94 hlm
Tahun terbit: 2014
Cetakan: Pertama
Genre: Agama Islam, Ibadah
Rating: 3/5

Tak ada yang paling diimpikan oleh setiap muslim selain kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Kedua hal ini pasti akan menjadi bait-bait harapan di setiap doa-doa kita, terlebih lagi kebahagiaan di akhirat. Siapa yang tak ingin kehidupan akhiratnya berakhir baik? Siapa yang tak ingin timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada amal keburukannya? Semua kita pasti ingin. Sayangnya, sering kali kita lupa tentang itu semua ketika kita masih hidup di dunia ini. Kita sering lalai dan bersikap sepele atas sebuah amal. Kita acap kali menunda-nunda amal kebaikan meskipun kita mampu, dengan niat suatu waktu pasti akan kita lakukan. Hanya saja, kita tak pernah tahu kapan umur kita akan berakhir. Hanya Allah Ta’ala yang tahu itu. Bisa jadi suatu ketika, saat kita ingin sekali mengerjakan amal-amal shalih yang sudah lama kita tinggalkan, usia kita sudah tak lagi ada. Seiring dengan kematian kita, maka berhenti pula amal ibadah kita. (more…)

Pin It on Pinterest