Opini Bareng BBI: Jangan Menilai Buku dari Luarnya Saja

dont-judge-a-book-by-its-coverDon’t judge a book by its cover. Idiom ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar dan pahami maknanya. Bahwa sebagai seorang pembaca, sudah barang tentu menilai buku itu haruslah secara obyektif. Jika menilai sesuatu dari luarnya saja, kita cenderung menjadi subyektif dan tidak tahu secara utuh mana yang bagus dan mana yang tidak—menurut penilaian kita pribadi—dari sebuah buku.

Saya termasuk tipikal pembaca yang selektif, yang lebih banyak memilih buku-buku yang sesuai dengan selera dan ‘aman’ bagi pikiran saya. Saya sulit untuk berpindah selera. Karena hal ini pula maka saya agak membatasi diri dengan genre romance, fantasi dan horor. Alasannya? Pertama, genre romance kebanyakan bercerita tentang pacaran dan kisah seseorang yang jatuh cinta, mengejar cinta, putus cinta, cinta diam-diam, dan sejenisnya. Bagi saya, pengulangan tema seperti itu cukup membuat saya malas untuk meliriknya. Klise. Tema-tema ini umumnya terdapat pada buku-buku teenlit atau juga di genre young adult. Selain itu, genre romance umumnya mengandung adegan-adegan erotis atau vulgar. Ini yang paling membuat saya sangat sangat tidak nyaman jika membacanya. (more…)

Pin It on Pinterest