[Blog Tour] Antara Bacaan Anak dan Bimbingan Orangtua

Antara Bacaan Anak dan Bimbingan OrangtuaSebagai orang yang belum memiliki anak, agaknya membicarakan topik seputar pendidikan atau bacaan anak dirasa kurang afdol bagi saya. Tetapi, sebagai penyuka genre buku anak, banyak membaca buku anak membuat saya merasa perlu untuk menuangkan pemikiran saya tentang hal-hal yang berkaitan dengan bacaan anak-anak.

Kita tidak bisa mengacuhkan bahwa orangtua merupakan faktor utama bagi pendidikan anak-anak sebelum mereka memasuki lingkungan luar. Apalagi kebanyakan anak zaman sekarang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Anak-anak merupakan perekam ulung yang dengan mudah mengikuti apa saja yang ia lihat dan dengar, termasuk di dalamnya bacaan. (more…)

Tentang Spoiler pada Resensi Buku

spoiler_alertSaya termasuk orang yang kuper dan tidak gaul sehingga banyak istilah-istilah populer yang saya tidak tahu artinya, salah satunya kata ‘spoiler’. Setiap kali membaca sebuah review di Goodreads, kata-kata ‘spoiler’ sering ditulis di sana oleh para pereview. Asli, saat itu saya tidak tahu apa maksud spoiler itu, juga tidak terpikirkan oleh saya untuk bertanya. Saya menganggap hal itu angin lalu saja. Sampai beberapa minggu lalu, seorang teman di grup kepenulisan bertanya tentang spoiler di postingan review film saya. Di sana, yang saya tangkap, spoiler itu semacam bocoran adegan dalam film atau cerita. Nah, beberapa hari setelahnya, teman di grup BBI juga ada membahas sedikit tentang spoiler. Bahwa ternyata, dalam sebuah resensi, spoiler sangat dilarang. Sekian lama berkutat dengan buku dan resensi, baru kali itulah saya mengerti apa itu spoiler. Bayangkan! Betapa bodoh dan tak gaulnya saya hahaha. (more…)

Gemar Buku karena Buku Dongeng Anak-Anak Bergambar

Bagi mereka yang menjalani masa kecilnya di tahun 90-an, tentu akan sangat familiar dengan buku dongeng anak-anak bergambar ini. Bukunya tipis, penuh warna, kertasnya lux dan licin, berisi aneka dongeng ternama disertai pesan moral di setiap akhir cerita. Dan buku inilah yang pertama kali membuat saya sukaaaaa sekali dengan buku.

Dulu, tahun 94 sampai 95, mamak (ibu, red) saya suka mengajak saya dan kedua adik jalan-jalan ke toko buku. Di Jambi, kota kami dulu sebelum pindah ke Medan, ada TB Gramedia dan Gunung Agung. Selain buku-buku pelajaran, kami kerap kali ke rak buku dongeng anak-anak bergambar ini, terutama saya. Saya suka sekali buku-buku ini. Awal ketertarikan saya adalah karena bukunya cantik, halus, penuh warna-warni yang menarik, juga gambar-gambarnya cantik-cantik dan lucu. Tulisannya besar-besar dan tidak terlalu panjang. Wah, pokoknya setiap ke toko buku, saya selalu minta dibelikan buku ini. (more…)

Bagaimana Saya Menulis Review Buku

Setiap pereview buku tentunya memiliki cara yang berbeda-beda dalam proses pembuatan review mereka. Mengikuti postingannya mbak Aul tentang Bagaimana Aul Menulis Review, saya jadi ingin berbagi juga bagaimana proses kreatif saya dalam menulis review (ceileh…proses kreaaatiiif :P).

Proses Menemukan Ide

Tahap pertama tentu saja membacanya. Saat membaca buku, saya biasa menyiapkan satu buku tulis dan pena untuk mencatat hal-hal yang saya anggap penting dan menarik. Buku tulis yang saya gunakan biasanya buku tulis bekas yang sudah ada isinya, tapi masih menyisakan banyak sekali halaman kosong. Daripada dibuang, mengapa tidak kita manfaatkan saja untuk hal lain? (more…)

Close Up Interview dengan BBI-ers Jamal Kutubi

Kutubuku yang satu ini masih sangat muda, berusia 22 tahun, tetapi kecintaannya pada buku dan dunia tulis-menulis membuatnya berbeda dari pemuda seumurannya. Bila pemuda zaman sekarang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe atau menghabiskan uang untuk membeli rokok, maka tidak dengan Jamal Kutubi—begitu nama yang ia sematkan di akun jejaring sosialnya—yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya di IAIN Surabaya. (more…)

Pin It on Pinterest