Rijsttafel oleh Fadly Rahman

RijsttafelJudul : Rijsttafel
Penulis : Fadly Rahman
Jumlah halaman: 152 hlm
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 3 Nopember 2016
ISBN : 978-602-03-3603-9
Genre: Nonfiksi, Sejarah, Kuliner
Rating: 4/5

Siapa yang menyangka bahwa masakan seperti semur dan perkedel yang sering digadang-gadang masyarakat awam kita sebagai masakan tradisional Indonesia ternyata bukanlah masakan asli negara ini? Dan siapa pula yang mengetahui kapan dan bagaimana gaya makan secara prasmanan bisa menjadi budaya makan kita saat ini hingga ke hotel-hotel berbintang? Padahal, makan bersama di tikar secara lesehan, berhadapan dengan hidangan nasi, ikan, dan sambal seadanya, menggunakan lima jari, adalah budaya asli bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga saat ini.

Akan tetapi, kedatangan para penjajah ke Indonesia di masa kolonial lantas sedikit demi sedikit memberikan warna baru bagi budaya asli tersebut. Orang-orang Belanda yang kemudian datang ke tanah koloni dan menetap berupaya membuat diri mereka senyaman mungkin beradaptasi dengan kondisi Indonesia, termasuk soal makanan. (more…)

Perjumpaan dengan Pengkhianat oleh Isabel Allende, Gabriel Garcia Marquez, dan Penulis Amerika Latin Lainnya

Perjumpaan dengan PengkhianatJudul : Perjumpaan dengan Pengkhianat
Penulis : Penulis Amerika Latin
Penerjemah : Tia Setiadi
Jumlah halaman: 212 hlm
Penerbit : Diva Press
Tahun terbit : Januari 2017
ISBN : 978-602-391-356-5
Genre: Fiksi, Cerpen
Rating: 3/5

Bagaimana jadinya bila seorang tentara bertemu kembali dengan temannya yang pengkhianat setelah berpisah berpuluh tahun yang lalu di ruang persidangan? Barangkali ada banyak emosi dan rasa yang berkecamuk di dada, seperti yang dirasakan oleh si lelaki, tokoh utama kita di dalam cerpen yang menjadi judul buku sepilihan cerita pendek ini. Iya, sesuatu yang belum rampung dan menyisakan dendam acapkali bangkit menyeruak dari pikiran, menendang-nendang benak, menyulut kembali kebencian dan kemarahan. Begitulah yang dialami olehnya saat melihat, mengikuti dan mengejar lelaki bertongkat mantan pengkhianat bangsa di suatu tempat.

Ingatannya terbang ke masa puluhan tahun silam ketika mereka berperang, berupaya bertahan dari pembantaian ratusan ribu tentara, juga saat mereka berkelahi dan berhadapan di depan pengadilan militer. Kini, mereka bertemu kembali, pada zaman yang berbeda. Bagaimana rasanya bertemu muka dengan seorang pengkhianat yang telah mengkhianatimu dan ratusan ribu rekanmu? (more…)

Ketika Lampu Berwarna Merah oleh Hamsad Rangkuti

Ketika-Lampu-Berwarna-MerahJudul : Ketika Lampu Berwarna Merah
Penulis : Hamsad Rangkuti
Jumlah halaman : 228 hlm
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : I, Mei 2016
ISBN : 978-602-391-148-6
Genre: Fiksi Sosial, Fiksi Lokal
Rating: 3/5

Jika engkau ingin melihat kaum ibu dengan gendongan balita dekil, lampu merah tempatnya. Kalau engkau hendak melihat kaum bapak berkaki pengkor atau bertangan sebelah, lampu merah juga tempatnya. Ingin melirik anak-anak mengamen dan menengadah tangan? Lampu merahlah tempatnya. Jangan engkau tanya seperti apa aroma tubuh dan tampilan mereka. Mungkin cukup untuk membuat para penumpang menahan nafas atau mengernyitkan dahi. Di satu sisi, lampu merah membuat dongkol para supir dan majikan yang ingin segera berleha di rumah mereka. Di sisi lain, persimpangan dan lampu merah menjadi panggung senyum bagi kaum gepeng mengais rezeki. Ironis memang.

Tak sekali dua barangkali kita berjumpa dengan kaum gepeng ketika lampu lalu lintas berganti merah. Mulai dari yang berpura-pura pengkor sampai yang benar-benar pengkor, pun para pengamen yang bersuara bak Iwa K hingga yang cempreng menyakitkan telinga, seolah kita melihat babak demi babak drama negeri ini dari balik layar kaca mobil pribadi atau angkutan umum. Tapi, yah … hanya sebatas ketika lampu merah menyala. Setelah itu? Para pengemudi dan penumpang tentunya akan melanjutkan kembali pikiran mereka ke tempat lain, meninggalkan gembel dan pengemis yang entah bagaimana kelanjutan hidup mereka setelah lampu berwarna hijau. (more…)

Pin It on Pinterest