Of Mice and Men oleh John Steinbeck

Of Mice and MenJudul: Of Mice and Men: Sebuah Impian Lennie
Penulis: John Steinbeck
Judul Asli: Of Mice and Men
Penerjemah: Isma B. Koesalamwardi
Copyright © 1937 by John Steinbeck, renewed 1965
Penerbit: Ufuk Press
ISBN: 979-333-01-4-7
Tebal: 204 hlm
Tahun terbit: Mei 2006
Cetakan: ke I
Genre: Fiksi Klasik Kontemporer, Fiksi Sosial
Rating: 4/5

George Milton dan Lennie Small adalah dua sahabat karib yang selalu bersama-sama berkelana. George memiliki tubuh kecil dengan otak yang cukup pintar. Sebaliknya Lennie adalah pria bertubuh besar, namum memiliki otak yang sangat sederhana, hampir bisa dikatakan semacam keterbelakangan mental. Karena kondisi ini, George acapkali harus mengurus dan mengawasi Lennie yang seperti anak-anak. Ia tak bisa mengingat sesuatu dengan cermat, tidak mampu mengontrol emosinya—entah senang, sedih atau takut, tidak mampu memperhatikan keadaan sekitarnya seperti normalnya orang lain, dan dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, Lennie seringkali membawa mereka berdua pada masalah. (more…)

Receh for Books 2013

Beberapa hari yang lalu, saya habis baca postingannya mbak Luckty tentang tantangan Receh for Books 2013, dan tebak, saya sangat berminat ikutan! Berhubung saya punya celengan juga di rumah tempat penyimpanan uang recehan saya, maka rasanya tepat sekali jika saya juga ikutan tantangan ini. Meskipun sangat sangat telat, sudah bulan Mei, tapi tak apalah.

recehforbooks2013Alasan saya mengikuti tantangan ini sebenarnya paling utama adalah agar saya semakin menghargai uang receh yang seringkali dianggap sepele sebagian orang. Kedua, karena saya memang pengumpul receh hihi, dan saya selalu bersemangat setiap kali membobol celengan plastik saya. Lagipula supaya recehan saya berlabuh di jalan yang benar, ga sia-sia, ga dilepehin di pojokan, daaannn…baru kali ini ngumpulin receh khusus untuk buku. Seru! (more…)

Close Up Interview dengan BBI-ers Jamal Kutubi

Kutubuku yang satu ini masih sangat muda, berusia 22 tahun, tetapi kecintaannya pada buku dan dunia tulis-menulis membuatnya berbeda dari pemuda seumurannya. Bila pemuda zaman sekarang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe atau menghabiskan uang untuk membeli rokok, maka tidak dengan Jamal Kutubi—begitu nama yang ia sematkan di akun jejaring sosialnya—yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya di IAIN Surabaya. (more…)

Cantik dengan Sedekah oleh Indriya R. Dani & Muthia Esfand

buku cantik dengan sedekahJudul: Cantik dengan Sedekah
Penulis: Indriya R. Dani & Muthia Esfand
Penerbit: QultumMedia
ISBN : 979-017-118-8
Tebal: 124 hlm
Dimensi: 13 x 19 cm
Tahun terbit: 2010
Cetakan: Pertama, Agustus 2010
Genre: Agama Islam – Ibadah
Rating: 3/5

Jika mendengar kata sedekah, umumnya orang akan berpikir bahwa sedekah selalu berkaitan dengan materi, padahal sebenarnya makna sedekah tidaklah sesempit itu. Pemahaman seperti ini seringkali menghambat seseorang bersedekah, termasuk para muslimah. Mereka yang tidak berpenghasilan atau yang sehari-harinya hanya menerima jatah dari suami menjadi kurang antusias bersedekah karena merasa tidak memiliki materi yang memadai untuk disedekahkan. Bagi mereka yang sudah mapan dari segi finansial pun terkadang menjadi terlena dan menganggap sedekah hanya sebatas formalitas belaka. Lazim kita lihat betapa muslimah lebih royal membelanjakan hartanya untuk membeli pakaian bermerk, kosmetik yang mahal, dan asesoris-asesoris lainnya untuk mempercantik diri ketimbang untuk bersedekah. Padahal, menjadi cantik dari dalam diri (inner beauty) itu jauh lebih baik dibandingkan sekadar cantik luar saja. (more…)

Meremehkan Janji oleh Muhammad Musa asy-Syarif

meremehkanjanjiJudul: Meremehkan Janji
Penulis: Muhammad Musa asy-Syarif
Judul Asli: Zhaahirat at-Tahaawun bil-Mawaa’iid: al-Asbaab, al-musykilaat, al-‘ilaaj
Penerjemah: Abdul Hayyie Al Kattani dan Taqiyuddin Muhammad
Penerbit: Gema Insani Press
ISBN : 979-561-865-2
Tebal: 92 hlm
Dimensi: 18 cm
Tahun terbit: 2004
Cetakan: Kedua, Mei 2006
Genre: Agama Islam – Adab dan Akhlak
Rating: 4/5

Zaman sekarang, makna janji telah dipersempit secara tak langsung menjadi sesuatu yang dianggap sepele, bahkan cenderung hanya sebagai basa-basi penghias bibir bagi sebagian orang. Mereka sering menyia-nyiakan janji, dan parahnya lagi, mereka merasa tidak melakukan sebuah kesalahan atau merasa malu saat janji tersebut dilanggar atau tidak ditunaikan, bahkan seringnya menjadi kebiasaan buruk. Padahal, baik buruknya hubungan antar individu juga dipengaruhi oleh terpenuhi atau tidaknya sebuah janji. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi saat orang-orang sholeh dahulu begitu menghargai arti sebuah janji. Bagaimana sebenarnya perkara janji ini hingga disebut-sebut sebagai pengikat persatuan? (more…)

Pin It on Pinterest