Filosofi Kopi oleh Dee

filosofi kopiJudul: Filosofi Kopi – Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Penulis: Dee
Penerbit: Truedee Books & GagasMedia
ISBN : 979-96257-3-4
Tebal: 134 hlm
Dimensi: 20,5 cm
Tahun terbit: 2006
Cetakan: Keempat, April 2006
Genre: Fiksi – Cerpen
Rating: 3/5

Filosofi Kopi adalah buku kedua Dee yang saya baca setelah Perahu Kertas. Dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya, gaya Dee bertutur masih tetap indah dan mengalir. Sederhana. Ketika seorang Goenawan Mohamad berkata, “Jika ada yang memikat pada Dee adalah cara dia bertutur: ia peka pada ritme kalimat. Kalimatnya berhenti atau terus bukan hanya karena isinya selesai atau belum, tapi karena pada momen yang tepat ia menyentuh, mengejutkan, membuat kita senyum, atau memesona,” maka saya sangat setuju dengannya. Meskipun tak semua ide cerita di buku ini bisa saya sukai, tapi gaya Dee tetap saja nikmat, senikmat menyesap susu coklat di senja hari. (more…)

Of Mice and Men oleh John Steinbeck

Of Mice and MenJudul: Of Mice and Men: Sebuah Impian Lennie
Penulis: John Steinbeck
Judul Asli: Of Mice and Men
Penerjemah: Isma B. Koesalamwardi
Copyright © 1937 by John Steinbeck, renewed 1965
Penerbit: Ufuk Press
ISBN: 979-333-01-4-7
Tebal: 204 hlm
Tahun terbit: Mei 2006
Cetakan: ke I
Genre: Fiksi Klasik Kontemporer, Fiksi Sosial
Rating: 4/5

George Milton dan Lennie Small adalah dua sahabat karib yang selalu bersama-sama berkelana. George memiliki tubuh kecil dengan otak yang cukup pintar. Sebaliknya Lennie adalah pria bertubuh besar, namum memiliki otak yang sangat sederhana, hampir bisa dikatakan semacam keterbelakangan mental. Karena kondisi ini, George acapkali harus mengurus dan mengawasi Lennie yang seperti anak-anak. Ia tak bisa mengingat sesuatu dengan cermat, tidak mampu mengontrol emosinya—entah senang, sedih atau takut, tidak mampu memperhatikan keadaan sekitarnya seperti normalnya orang lain, dan dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, Lennie seringkali membawa mereka berdua pada masalah. (more…)

Receh for Books 2013

Beberapa hari yang lalu, saya habis baca postingannya mbak Luckty tentang tantangan Receh for Books 2013, dan tebak, saya sangat berminat ikutan! Berhubung saya punya celengan juga di rumah tempat penyimpanan uang recehan saya, maka rasanya tepat sekali jika saya juga ikutan tantangan ini. Meskipun sangat sangat telat, sudah bulan Mei, tapi tak apalah.

recehforbooks2013Alasan saya mengikuti tantangan ini sebenarnya paling utama adalah agar saya semakin menghargai uang receh yang seringkali dianggap sepele sebagian orang. Kedua, karena saya memang pengumpul receh hihi, dan saya selalu bersemangat setiap kali membobol celengan plastik saya. Lagipula supaya recehan saya berlabuh di jalan yang benar, ga sia-sia, ga dilepehin di pojokan, daaannn…baru kali ini ngumpulin receh khusus untuk buku. Seru! (more…)

Close Up Interview dengan BBI-ers Jamal Kutubi

Kutubuku yang satu ini masih sangat muda, berusia 22 tahun, tetapi kecintaannya pada buku dan dunia tulis-menulis membuatnya berbeda dari pemuda seumurannya. Bila pemuda zaman sekarang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe atau menghabiskan uang untuk membeli rokok, maka tidak dengan Jamal Kutubi—begitu nama yang ia sematkan di akun jejaring sosialnya—yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya di IAIN Surabaya. (more…)

Cantik dengan Sedekah oleh Indriya R. Dani & Muthia Esfand

buku cantik dengan sedekahJudul: Cantik dengan Sedekah
Penulis: Indriya R. Dani & Muthia Esfand
Penerbit: QultumMedia
ISBN : 979-017-118-8
Tebal: 124 hlm
Dimensi: 13 x 19 cm
Tahun terbit: 2010
Cetakan: Pertama, Agustus 2010
Genre: Agama Islam – Ibadah
Rating: 3/5

Jika mendengar kata sedekah, umumnya orang akan berpikir bahwa sedekah selalu berkaitan dengan materi, padahal sebenarnya makna sedekah tidaklah sesempit itu. Pemahaman seperti ini seringkali menghambat seseorang bersedekah, termasuk para muslimah. Mereka yang tidak berpenghasilan atau yang sehari-harinya hanya menerima jatah dari suami menjadi kurang antusias bersedekah karena merasa tidak memiliki materi yang memadai untuk disedekahkan. Bagi mereka yang sudah mapan dari segi finansial pun terkadang menjadi terlena dan menganggap sedekah hanya sebatas formalitas belaka. Lazim kita lihat betapa muslimah lebih royal membelanjakan hartanya untuk membeli pakaian bermerk, kosmetik yang mahal, dan asesoris-asesoris lainnya untuk mempercantik diri ketimbang untuk bersedekah. Padahal, menjadi cantik dari dalam diri (inner beauty) itu jauh lebih baik dibandingkan sekadar cantik luar saja. (more…)

Pin It on Pinterest