Beli buku memangnya ada tipsnya segala? Ada. Tips ini sebetulnya cukup membantu kita saat ingin membeli buku sehingga aktivitas belanja buku kita lebih efektif. Pernah nggak ketika beli buku, banyak pula, setiba di rumah dan bongkar hasil belanjaan, eh ternyata buku yang sebenarnya kita cari atau butuhkan tidak terbeli. Justru buku-buku lainnya, yang setelah kita bolak-balik depan belakang, ternyata bukan buku yang kita suka atau isinya kurang greget, dan buku ini yang malah kita beli karena bahasa marketingnya yang bombastis berhasil menghipnotis kita. Berasa rugi? Pastilah, secara belinya juga pakai duit ‘kan?

Atau mungkin juga ada yang pernah ngalami, ketika mau membeli buku di lapak bekas, eh bukannya buku keren yang didapat setiba di rumah, melainkan buku bajakan. Wih, kalau itu ceritanya, berasa sangat kesal dan rugi. Pengalaman lainnya barangkali ketika mau beli buku nonfiksi atau agama, biasanya kita bingung, beli buku yang bagaimana, ya, yang bagus? Atau seperti yang pernah saya alami ketika mencari buku bekas juga. Di lapak A saya dapati harganya 100rb. Eh, jalan sedikit ke lapak B, ternyata harganya cuma 40rb. Berasa nyesek nggak sih? 😀

Jadi, kenapa kita perlu tips? Ya karena hidup kita ini tidak terlepas dari segala macam tips. Mau nempel koyo cabe di punggung seorang diri? Ada tipsnya, banyak di Yutub. Mau membersihkan karat tanpa alat mahal? Ada tipsnya. Mau makan enak dengan biaya murah? Ada tipsnya. Nah, mau beli buku pun ada juga tipsnya, agar kesalahan atau masalah-masalah seperti yang saya ceritakan di atas bisa diminimalisir.

Oke, saya akan membagi tips-tips ketika hendak membeli buku ini menjadi beberapa bagian supaya mudah diikuti. Ini sebetulnya tips versi saya pribadi setelah melanglang buana dalam berbagai proyek perburuan buku. *halaaah, gayamu Vyyy 😀 Baiklah, cekidot!

Tips Membeli Buku Baru

Survey buku-buku yang menarik dan ingin kita beli. Mulai dari harga, bentuk fisik, sampai review orang-orang. Apakah buku tersebut benar-benar menarik bagi kita dan berpotensi tidak mengecewakan? Ini bisa kita lihat di Goodreads atau blog-blog yang mengulas buku. Googling saja.

Terkait ulasan ini, memang, pendapat setiap orang itu subyektif, tergantung dari selera masing-masing. Dan sebuah buku apakah bakal memuaskan atau mengecewakan kita, nggak ada yang bisa tahu sebelum kita sendiri membacanya. Tapi, paling tidak, dengan memerhatikan ulasan orang lain, kita bisa mengambil pertimbangan tertentu apakah sebuah buku akan kita beli atau tidak.

Catat terlebih dahulu buku-buku yang ingin kita beli. Yah, semacam wish list lah. Jangan lupa cantumkan harga bandrol katalog penerbitnya. Ini berguna untuk pertimbangan harga.

Tentukan prioritas belanja bukumu. Buku mana yang akan duluan dibeli dan mana yang bisa menyusul, ini perlu kita tentukan karena dana kita pasti punya prioritas tersendiri akan bermuara kemana.

Cek toko online. Sebelum membelinya di toko offline, kamu bisa menelusuri berbagai penerbit atau toko buku online. Beberapa penerbit memberlakukan harga yang berbeda antara pusat dan daerah karena faktor biaya pengiriman. Contohnya, harga buku penerbit A di Medan bisa jadi lebih mahal dibanding Pulau Jawa. Nah, umumnya, toko buku online menawarkan harga katalog pusat, bahkan bisa jadi lebih murah lagi karena mereka menawarkan diskon tertentu. Kalau dihitung-hitung, untuk daerah tertentu, masih lebih murah belanja buku di toko buku online.

Tapi ‘kan ongkos kirimnya mahal, ya ‘kan? Nah, agar bisa menekan ongkos kirim, lebih baik membelinya di tobuk online yang juga menawarkan pilihan pengiriman menggunakan ekspedisi yang terjangkau seperti Pos Indonesia, Wahana, dan kargo lainnya. Untuk Pos Indonesia, dengan berat 3 kg ke atas, kita bisa menggunakan paket pos murah. Ekspedisi kargo seperti Dakota, Indah Cargo, Pandu Logistik, ESL dan lain-lain juga bisa menjadi pilihan dengan berat tertentu. JNE sekalipun sekarang sudah ada fasilitas Trucking-nya untuk berat minimal 10kg dengan harga murah. Meskipun rata-rata ekspedisi tersebut sampai paketnya agak lama, tapi yang penting kita bisa menghemat biaya.

Ikuti akun sosial media berbagai penerbit dan toko buku. Terkadang penerbit atau toko buku membagikan informasi event promo diskon keren atau bazar-bazar buku. Ini kesempatan kita untuk beli buku secara hemat.

Survey penerbit dan grosir buku. Poin ini khusus berlaku bagi mereka yang ingin membeli buku dalam jumlah besar. Cari penerbit-penerbit di Indonesia atau suplier grosir buku di kota tempat kita tinggal. Tanyakan pada mereka apakah ada diskon tertentu untuk pembelian sejumlah tertentu? Misal, saya pernah menanyakan ke penerbit A, untuk pembelian bersih sejumlah 1jt, berlaku diskon 25%. Sementara untuk pembelian sejumlah 3jt ke atas, berlaku diskon 35%. Di grosir buku juga berlaku pemberian diskon untuk jumlah buku tertentu.

Tabungan buku. Bagi yang memiliki dana banyak, barangkali membeli buku apa saja tak menjadi soal. Yang menjadi persoalan adalah seperti saya, yang budget untuk buku memang terbatas. Maka, yang tipikal pembeli seperti saya ini, tak ada salahnya jika kita memberlakukan tabungan buku juga. Mengingat poin di atas, jika ingin membeli secara online dengan ongkos kirim murah, maka kita perlu membeli buku dalam jumlah banyak, ‘kan? Atau ketika ada promo besar-besaran, bazar buku murah, dan event sejenis lainnya, tentu di sana adalah kesempatan kita belanja buku. Akhirnya kita perlu budget dalam jumlah besar, ‘kan? Nah, inilah gunanya tabungan buku. Kita bisa menyisihkan uang kita sedikit demi sedikit. Saat sudah banyak, kita bisa berburu buku murah sepuasnya.

Program keanggotaan toko buku atau penerbit. Kadang-kadang, ada toko buku yang memberikan fasilitas diskon khusus jika dia memiliki kartu anggota. Meski diskonnya tidak besar, tapi lumayan lah buat pembelian buku dalam jumlah satuan atau sedikit.

Tips Membeli Buku Bekas

  1. Sama seperti buku baru, kamu perlu mencatat buku-buku yang ingin dicari. Tapi seringnya saya sembari mencari buku yang dibutuhkan, saya juga berburu buku bekas di luar catatan saya ketika menemukan buku yang menarik.
  2. Susuri setiap kios dan tanyakan harga bukunya. Bandingkan harga antar penjual sehingga kita bisa membeli dengan harga yang cocok.Harga buku bekas umumnya dinilai dari kondisinya yang masih layak atau tidak, ketebalannya, dan kelangkaannya. Bagi penjual yang tidak terlalu paham tentang nilai sebuah buku, umumnya mereka melihat harga berdasarkan ketebalan halaman. Namun bagi penjual buku yang memahami seluk-beluk dunia perbukuan langka, mereka akan mematok harga berdasarkan kelangkaannya yang umumnya cenderung mahal.
  3. Bagi kamu yang lebih menyukai belanja online, pedagang buku bekas juga banyak berseliweran di internet, terutama di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Jangan lupa subscribe di akun mereka sehingga jika ada unggahan terbaru, kamu tidak tertinggal informasi.

Tips Mengenali Buku Bajakan

Ketika membeli buku di pasar buku bekas, kita tidak akan terhindar dari ketersediaan buku-buku bajakan. Jadi, membekali diri untuk membedakan buku bajakan dan buku asli adalah hal yang wajib kita lakukan sebelum pergi ke pasar buku sejenis. Saya sudah menuliskan tips mengenali buku bajakan ini di dalam artikel terpisah. Kamu bisa membacanya di halaman ini.

***

Sebagai penutup, berikut ini beberapa list toko buku murah, baik baru dan bekas, di media sosial yang biasa saya beli. Mereka sering unggah buku baru tapi harga murah, buku-buku garage sale, buku kolpri, dan sebagainya.

  • Dojo Buku. Aneka buku fiksi dan nonfiksi, buku anak dan komik, baru dan bekas.
  • Parcel Buku. Buku baru dengan diskon menarik.
  • Buku Koe. Aneka buku anak dan kitab, baru dan bekas.
  • Elfatica Bookstore. Aneka buku baru agama Islam dan buku anak.
  • Pustaka Bunayya. Aneka buku bekas.
  • Aruna Omahbuku. Aneka buku baru dan bekas.
  • Promobuku.com. Buku-buku garage sale saya sendiri 😛 Siapa tahu ada buku bekas yang sedang kamu butuhkan di lapak saya. Ini adalah garasi obral buku-buku yang sudah tidak saya pakai lagi di Pustaka Hanan, perpustakaan pribadi saya sendiri.

Selamat berburu buku!