reading-slump

Saya tidak tahu apa padanan kata yang tepat di dalam Bahasa Indonesia untuk menyebutkan istilah reading slump, jadi saya akan tetap menggunakan istilah tersebut dalam bahasa Inggris. Reading slump pada intinya bisa diartikan sebagai keadaan di mana seseorang sedang tidak bisa atau tidak ingin membaca satu buku pun. Ini sebuah mimpi buruk bagi para pecinta buku.

“Not being able to pick up a book and read because you just can’t, you just can’t read.” – urbandictionary.com

Yup. Tak bisa membaca, begitu saja. Tak ada alasan. Tak ada halangan. Tiba-tiba saja engkau hanya bisa menatap jajaran buku-buku di rak tanpa rasa antusias atau motivasi untuk mengambil dan membacanya. Tiba-tiba saja engkau tak bisa menangkap satu huruf pun dari buku yang sedang ada di tanganmu untuk dibaca. Pokoknya tiba-tiba kita kehilangan selera untuk membaca.

Saat ini, itulah yang sedang saya hadapi. Sudah hampir 3 minggu saya terhenti membaca. Entah. Barangkali karena lelah dengan berbagai kesibukan atau sedang kurang konsentrasi. Entahlah. Saya sendiri sangat mencemaskan keadaan ini. Saya pikir ini hanya perasaan biasa saja. Biasalah, mungkin sedang jenuh atau sibuk sehingga tidak sempat untuk membaca. Tapi setiap kali saya menyentuh buku untuk dibaca, satu dua halaman tak pernah sampai dilewati, lalu saya lanjutkan dengan tidur dan beristirahat. Karena itu pulalah hingga saat ini belum ada buku yang selesai saya baca dan ulas. Ujung-ujungnya tentu saja blog ini jadi korban, jarang update 😀

Untuk mengatasi hal ini, saya cari-cari infonya di internet. Dari hasil-hasil penelusuran, saya menemukan beberapa tips untuk mengatasi reading slump. Beberapa di antaranya sudah saya padukan dan terapkan, ternyata lumayan berhasil menyembuhkan sedikit penyakit reading slump saya.

Menyusun Ulang Rak Buku
Ini poin yang paling banyak direkomendasikan. Untuk mengatur ulang mood kita, menyusun atau membersihkan atau mengatur ulang timbunan buku kita ternyata cukup ampuh untuk menyegarkan badan dan pikiran. Tapi poin ini belum saya coba. Capek bo’ 😛 belum ada tenaga hehe 😀

Baca Buku Favorit
Tak dipungkiri, membaca buku genre favorit kita mungkin bisa mengembalikan selera baca. Nah, cara ini sudah saya coba, tetapi hanya berhasil menyembuhkan sedikit saja reading slump saya.

Membaca Genre Lain
Mencoba genre lain yang bukan selera kita barangkali bisa menjadi semacam katalisator untuk mengembalikan bacaan kita ke track-nya. Ibarat makanan, kalau kita biasa suka makanan asin, ketika mencoba makanan manis, kita akan merindukan kembali makanan asin kita. Seperti itu pula dengan buku, barangkali.

Baca Buku Tipis
Membaca buku yang tipis atau habis dibaca sekali duduk juga bisa membangkitkan kembali selera membaca kita.

Berkunjung ke Blog Buku Teman
Cara ini lumayan menambah motivasi untuk update blog atau mendapatkan info buku-buku bagus yang diresensi teman sesama blogger buku.

Bertemu dengan Teman Pecinta Buku
Yah, cara ini cukup efektif bagi saya. Bertemu dengan teman-teman yang juga penyuka buku cukup ampuh untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan buku, sebab di pertemuan ini biasanya yang dibahas seputar buku dan keseruan-keseruan lainnya berkaitan dengan buku. Istilahnya menggosip buku lah ya haha. Selain bahas tentang buku, ketemu teman-teman yang punya minat sama juga lumayan menambah motivasi dan semangat. Demi menyembuhkan reading slump saya, ternyata ada teman yang ingin meminjam buku komik Team Medical Dragon. Gayung bersambut, saya pun ketemuan dengan mak Putri di Gramed Gajah Mada, trus mampir ke PH makan siang hihi. Lumayan bikin mood balik lagi ^^

Baca Bareng Teman
Baca bareng seseorang mungkin bisa mengembalikan mood baca juga. Atau buat semacam challenge membaca bersama, seperti estafet baca atau readaton.

Ke Acara-Acara Buku
Mengunjungi acara-acara yang membahas buku juga bisa menjadi alternatif untuk menyembuhkan reading slump karena di sana kita akan bertemu dengan orang-orang dengan hobi yang sama dan mendengarkan diskusi atau bahasan seputar buku.

Ke Toko Buku atau Perpustakaan
Saya pergi ke toko buku untuk melihat-lihat info buku terbaru. Sepanjang perjalanan ke tobuk, saya membaca sebuah buku di dalam angkot. Sengaja saya menggunakan angkot supaya perjalanannya panjang, sehingga saya memiliki cukup waktu untuk membaca buku hehe 😀 Cara ini sangat efektif mengatasi reading slump.

Take a Break
Yah, kadang kala, memang kita perlu berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Beristirahat dan menikmati hari tanpa memikirkan yang lain-lain untuk relaksasi. Tidur atau beristirahat dengan cara lainnya bisa jadi akan mengembalikan energi kita dari kelelahan. Jika tubuh fit, kegiatan membaca pun rasanya lebih maksimal.

Saya sepertinya memang harus mengambil poin terakhir ini. Take a break, karena memang kondisi fisik dan pikiran saya perlu diistirahatkan sebentar. Semoga saya tidak terlalu lama tenggelam di dalam lumpur stagnansi membaca 🙂

Pin It on Pinterest

Shares
Share This