Dahsyatnya NerakaJudul: Dahsyatnya Neraka
Judul Asli: At-Takhwif min an-Nar wa at-Ta’rif bihal dar al-Bawar
Penulis: Ibnu Rajab al-Hambali
Alih Bahasa: Widyan Wahyudi
Penerbit: Pustaka at-Tazkia
ISBN: 978-979-2426-45-8
Tebal: 364 hlm
Tahun terbit: Desember 2008
Cetakan: Pertama
Genre: Agama Islam, Aqidah
Rating: 5/5

Bagi setiap muslim, beribadah kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala haruslah disertai dengan tiga cara ini, yaitu cinta, khauf (takut) dan raja’ (harap). Ketiganya harus seimbang. Sikap khauf dibutuhkan agar kita selalu ingat bahwa setiap keburukan yang kita lakukan di dunia pasti akan beroleh balasan di akhirat nanti. Khauf membuat kita melakukan proteksi diri agar lebih berhati-hati dalam berbuat dan menghindari kemaksiatan. Sedangkan sikap raja’ dibutuhkan agar kita tetap semangat dalam ketaatan dan tenang menjalani ujian hidup.

Salah satu upaya untuk memelihara sikap khauf adalah dengan mengenal neraka Allah Ta’ala. Mengetahui tentang neraka merupakan salah satu perkara besar yang wajib diketahui seorang muslim karena ia termasuk bagian dari rukun iman. Lewat buku Dahsyatnya Neraka karya Ibnu Rajab al-Hambali ini, kita akan mengenal seluk-beluk neraka, mulai dari lokasi neraka, tingkatannya, luas dan kedalamannya, keadaan di dalamnya, sifat penghuninya, penjaganya, sampai siksaan dan azab yang Allah Ta’ala timpakan bagi penghuni neraka, semuanya dibahas secara rinci berdasarkan dalil al-Qur’an dan Hadits. Saking rincinya, Ibnu Rajab membagi buku ini menjadi 30 bab.

Tempat Neraka

Sebenarnya di mana neraka itu? Selama ini mungkin sebagian kita tahunya kalau surga dan neraka itu disiapkan Allah Ta’ala di atas langit. Padahal, kenyataannya kurang tepat seperti itu. Di bab V, kita akan mengenal tempat atau lokasi Neraka. Kalau surga itu berada di atas tujuh langit, maka neraka berada di bumi lapis ketujuh. Disebutkan dalam sebuah hadits shahih al-Bara’ bin ‘Azib, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai cara pencabutan ruh orang kafir, beliau bersabda:

“Hingga mereka dibawa sampai ke langit dunia, lalu mereka meminta agar dibukakan, namun tidak dibukakan.” Kemudian beliau membaca, “Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu Allah berfirman, ‘Catatlah kitabnya di Sijjin, yakni di bumi paling bawah.’ Lalu ruhnya dilemparkan.” (HR. Imam Ahmad dan lainnya)

Sebagian ulama salaf juga ada yang menafsirkan firman Allah, “Dan apabila lautan dipanaskan.” (At-Takwir: 6) dengan tafsiran bahwa nantinya pada hari kiamat, lautan-lautan akan memancar, lalu menjadi satu lautan, lalu dinyalakan hingga menjadi api, dan ditambahkan pada Neraka Jahannam. Wallahua’lam.

Tingkatan, Luas dan Kedalaman Neraka

Di bab VI dan VII, kita akan mengenal tingkatan dan sifat neraka. Di sini disebutkan bahwa neraka itu memiliki tingkatan yang sifatnya ad-Dark. Artinya, sebagian tingkatannya lebih rendah dari sebagian yang lain, alias dihitung dari atas ke bawah. Tingkat paling atas adalah yang paling ringan, sedangkan tingkat paling bawah adalah yang paling berat. Neraka juga memiliki tujuh pintu, yaitu Jahannam, Lazha, Huthamah, Sa’ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah, yang masing-masing penghuninya memiliki kadar amal berbeda-beda. Pada naungan Jahannam pun ada tujuh puluh ribu sudut, yang di setiap sudutnya memiliki satu jenis siksaan yang berbeda dengan sudut lain.

Seberapa dalam neraka Allah? Teramat sangat dalam, Masya Allah. Di dalam sebuah hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Muslim, dia berkata:

“Suatu hari ketika kami sedang berada di sisi Nabi, tiba-tiba kami mendengar suara benda jatuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Tahukah kalian, suara apakah itu?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Ini adalah sebuah batu yang dilempar ke Neraka Jahannam sejak tujuh puluh tahun yang lalu, dan sekarang baru sampai di dasarnya.” (HR. Muslim)

Jadi, dalamnya neraka ternyata sedalam tujuh puluh tahun perjalanan sebuah batu yang dilemparkan dari bibir neraka. Sementara itu di hadits yang lain, luasnya neraka juga digambarkan dengan jarak antara anak telinga seorang penghuni neraka dengan hidungnya adalah sejauh perjalanan tujuh puluh tahun. Subhaanallaah.

Keadaan di dalam Neraka

Masih belum habis rasa takjub saya disertai kulit yang merinding saat membaca buku Dahsyatnya Neraka ini, di bab berikutnya saya masih menjumpai gambaran kondisi di dalam neraka yang tak kalah menakutkan. Kalau kita terkena uap panas saja saat memasak nasi di dapur atau tanpa sengaja terkena api lilin, rasanya kulit kita seperti terbakar dan perihnya luar biasa. Iya, ‘kan? Padahal, api yang ada di dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Neraka. Bisakah Anda membayangkan seberapa panasnya neraka itu? Subhaanallaah.

Selain itu, api neraka tidaklah berwarna merah seperti lazimnya api di dunia ini. Ia berwarna hitam pekat karena telah mengalami proses yang sangat lama. Tidak hanya ada panas, di dalam neraka juga ada Zamharir, yaitu tempat yang sangat dingin, yang apabila penghuni neraka menceburkan diri ke dalamnya demi menghindari panas neraka, maka tulang-tulang mereka akan hancur saking dinginnya.

Neraka memiliki suara. Di buku ini dikatakan bahwa suara Jahannam sangatlah keras sampai membuat malaikat dan nabi berlutut dalam keadaan gemetar. Udara neraka adalah as-samum, yaitu angin yang sangat panas. Airnya adalah al-hamiim yang sangat panas. Naungannya adalah al-yahmum, yaitu gumpalan asap panasnya. Neraka juga melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana (QS. Al-Mursalat:32).

Di neraka juga terdapat jurang yang disebut wail, yang dalamnya sejauh perjalanan empat puluh musim, lalu ada gunung, sumur, penjara, mata air dan sungai-sungai. Di neraka terdapat lembah yang disebut Atsam, yang di dalamnya ada ular-ular dan kalajengking-kalajengking dengan sengatan sekitar tujuh puluh qullah racun. Sedangkan makanan penghuni neraka adalah pohon zaqqum dan minumannya adalah air yang sangat panas.

At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam shahih-nya meriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali-Imran: 102)

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seandainya satu tetes zaqqum menetes di negeri dunia, niscaya ia telah merusak sumber-sumber penghidupan penduduk dunia, lantas bagaimana halnya dengan orang-orang yang mana zaqqum menjadi makanannya.” (halaman 175-176)

Telah disebutkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa pohon zaqqum itu berada di dasar neraka Saqar. Diriwayatkan dari al-Hasan bahwa akar pohonnya berada di dasar neraka Jahannam, dan dahan-dahannya memanjang sampai tingkatan-tingkatan di bawahnya. Siapa saja penghuni neraka yang memakan zaqqum, maka perutnya akan mendidih.

Penghuni Neraka dan Siksaannya

Penduduk neraka bertubuh besar dan buruk rupa. Manusia yang tadinya berukuran biasa nanti akan membesar ketika dimasukkan ke dalam neraka dan dalam kondisi cacat serta bau busuk. Setiap kali kulit mereka hangus, Allah menggantinya dengan kulit lain dan dikenakan adzab lagi. Begitu seterusnya.

Ada lima sifat penghuni neraka, yaitu: (1) Orang yang tidak memiliki kekuatan dan keinginan untuk ketakwaan dan beramal sholeh, (2) Pengkhianat, (3) Penipu, (4) Dusta dan bakhil, (5) asy-Syinzhir atau akhlak yang buruk dan al-fahhays atau penebar kekejian. Ada pula sifat al-utul az-zanim, yaitu orang yang kuat dan kasar perangainya, banyak makan, besar perutnya serta zholim terhadap manusia. Dan sifat lainnya adalah al-mustakbir, yaitu orang yang sombong dan congkak.

Sementara itu, siksaan yang paling ringan untuk penghuni neraka adalah dua bara api yang terdapat di bawah kedua telapak kakinya sehingga membuat otaknya mendidih. Sedangkan adzab yang paling besar adalah mereka terhalang dari (melihat) Allah Ta’ala. Beberapa siksaan lain yang akan didapati oleh penghuni neraka antara lain dihancurleburkan, diseret di atas kepalanya, naik ke puncak neraka dengan kepayahan lalu dilemparkan, berputar-putar di neraka sambil menyerut isi perutnya, terdapat 70 penyakit, serta bau busuk yang menyiksa. Na’udzubillaah.

Buku ini juga membahas amalan-amalan seperti apa yang bisa menyebabkan manusia terperosok ke dalam neraka dan bagaimana proses ketika kaum mukmin dan orang-orang munafik harus menyeberang jembatan ash-Shirath.

***

Sebenarnya masih banyak lagi poin penting yang wajib diketahui setiap muslim tentang neraka, tetapi berhubung akan terlalu panjang, maka beberapa yang saya tuliskan di atas sudah cukup untuk mewakili sebagian penjelasan tentang neraka. Jujur saja, ada begitu banyak informasi penting dari buku ini yang baru pertama kali saya dengar atau baca. Dan saya akui, dulu saya agak enggan membaca buku tentang neraka. Alasannya lebih karena takut membaca sesuatu yang mengerikan dan merasa cemas. Saya yakin sebagian dari kaum muslimin masih banyak yang enggan membaca tentang kedahsyatan neraka dan adzab Allah Ta’ala karena alasan yang hampir sama; takut. Padahal seharusnya kita memang harus mengenal dan mengetahui seperti apa neraka itu agar kita selalu ingat akan hari akhir. Saya bersyukur bisa menemukan buku ini dan memberanikan diri membacanya.

Buku ini cukup sistematis. Hampir sebagian besar isinya merupakan hadits-hadits tentang neraka yang disesuaikan dengan tema-tema yang sedang dibahas. Ibnu Rajab al-Hambali juga mencantumkan banyak hadits dho’if dan selain hadits shahih sebagai pembanding dan untuk menunjukkan mana yang shahih dan mana yang tidak karena ada banyak sekali hadits dho’if yang beredar di masyarakat. Penjelasan yang saya kutip di atas hanyalah yang berasal dari hadits-hadits shahih saja. Setahu saya, hanya ada sedikit buku yang menjelaskan tentang neraka dan, menurut saya, buku ini merupakan salah satu yang cukup lengkap.

Sedikit tips bagi Anda yang ingin membaca buku ini nantinya. Ada baiknya membaca seluruh isi buku secara utuh, jangan sepotong-sepotong, karena setiap bagian bab akan berlanjut ke bagian bab berikutnya. Begitu juga dengan hadits-hadits yang ada, jangan dibaca sebagian-sebagian, karena satu sama lain saling berkaitan. Anda juga harus jeli membaca footnote (catatan kaki) yang berada di bagian paling bawah halaman, sebab di bagian inilah penulis lebih sering memberikan penjelasan tentang status hadits.

Sejak mulai membaca Dahsyatnya Neraka, saya tidak bisa melepaskan diri dari rasa cemas dan takut akan adzab Allah. Betapa neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Betapa neraka merupakan balasan paling mengerikan atas amal keburukan yang kita lakukan. Betapa Allah Ta’ala akan benar-benar menunaikan janji-Nya seperti apa yang selama ini kita baca di kitab suci al-Qur’an. Dan di mana lagi tempat kembali selain surga? Pastilah neraka. Hanya orang-orang yang Allah kehendaki saja yang bisa mendapatkan karunia surga. Itulah yang paling saya takutkan.

Apalagi ketika disebutkan di dalam buku ini bahwa sebagian besar orang-orang yang bertauhid (umat muslim) nantinya di hari perhitungan tidak luput dari mendatangi neraka dan banyak yang akan dilemparkan terlebih dahulu ke dalam neraka untuk membersihkan dosa-dosanya, barulah kemudian dipindahkan ke dalam surga. Ada banyak hadits yang menyebutkan bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja banyak yang khawatir apakah bisa meraih surga atau tidak, apatah lagi diri kita yang kualitas amalnya sangat jauh dari mereka? Di mana lagi nanti saya akan berakhir? Astaghfirullah

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami neraka. Membacanya memang cukup memberikan efek besar bagi cara pandang saya terhadap tujuan akhir dan aktivitas yang saya lakukan setiap harinya. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan kita dari azab neraka-Nya 🙁

Dikarenakan banyaknya poin penting yang saya kutip dari buku ini, maka saya sudah menuliskannya di blog kutipan buku saya secara khusus di halaman ini, supaya Anda bisa dengan mudah membaca redaksi dalil-dalil yang menyertai penjelasan di atas. Semoga bermanfaat.

Tentang Ibnu Rajab al-Hambali

Nama lengkap beliau adalah Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Abdurrahman bin Al-Hasan bin Muhammad bin Abu Al Barkat Mas`ud As Salami Al Baghdadi Ad Dimasyqi Al Hanbali. Biasa dikenal dengan nama Ibnu Rajab al-Hambali. Lahir di Baghdad pada tahun 736 H. Beliau adalah salah satu murid Ibnul Qayyim al-Jauziyah dan senantiasa menyertai beliau. Ibnu Rajab adalah orang yang zuhud dan wara’, cenderung kepada ‘uzlah dan menyendiri. Sudah banyak sekali karya-karya beliau yang diterbitkan. Biografi lengkapnya bisa dibaca di sini.

Baca juga ulasan buku Pesona Surga.

==========
Dalam rangka pengembangan perpustakaan kami, kami juga membuka divisi usaha berupa toko buku online di Toko Buku Pustaka Hanan. Apabila rekan-rekan sedang mencari buku ini atau buku Islam lainnya, bisa menghubungi kami.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This