MoshidoraJudul: Moshidora: Seandainya Manajer Putri Tim Bisbol SMA Membaca Buku Manajemen Karya Drucker
Judul Asli: Moshi Koko Yakyu No Joshi Manager Ga Drucker No “Management” Wo Yondara
Penulis: Natsumi Iwasaki
Alih Bahasa: Ellnovianty Nine dan Kanti
Penerbit: Penerbit Qanita
ISBN: 978-602-1637-30-2
Tebal: 262 hlm
Tahun terbit: Maret 2014
Cetakan: Pertama
Genre: Young Adult, Fiksi Manajemen
Rating: 3/5

Bagaimana jadinya bila seorang siswi SMA membaca buku Manajemen karya Peter Drucker yang cukup kompleks itu? Tapi, itulah yang dilakukan oleh Minami. Minami Kawashima adalah seorang siswi kelas 2 SMA Hodokubo, Tokyo. Demi membantu temannya, Yuuki, yang sedang dirawat di RS, Minami yang benci bisbol rela menggantikan Yuuki sebagai manajer putri tim bisbol sekolahnya. Hanya saja, saat ia masuk, tim bisbol sekolah sedang mengalami kondisi yang tidak bagus. Para anggotanya sering bolos latihan. Hubungan antar anggota juga dingin, termasuk dengan pelatihnya. Selama 20 tahun lebih, SMA Hodo tidak pernah sekali pun berhasil masuk ke Koshien, yaitu salah satu pertandingan bisbol SMA tingkat nasional paling bergengsi di Tokyo. Hal ini memberi dampak yang cukup besar bagi kemunduran tim bisbol SMA Hodo.

Menjadi seorang manajer, Minami awalnya bingung apa defenisi manajer itu dan apa pula itu manajemen, tapi ia sudah bertekad untuk membawa tim bisbolnya ke Koshien. Maka, hal pertama yang dilakukannya adalah pergi ke toko buku dan membeli buku Manajemen karya Peter Drucker edisi ringkas, sesuai rekomendasi pemilik toko tersebut. Teori-teori manajemen yang dibacanya dari buku itu awalnya memang membuat Minami bingung. Di buku itu tidak disebutkan satu pun kata “bisbol”. Lalu, bagaimana caranya ia menerapkan manajemen di buku itu ke dalam tim bisbolnya? Semua yang diceritakan di bukunya Drucker hanya seputar perusahaan dan bisnis, tak satu pun tentang bisbol. Apa yang harus ia lakukan? Apakah Minami mampu memperbaiki kondisi tim bisbol SMA Hodo dan membawa mereka ke pertandingan nasional Koshien?

“…. Lebih baik melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali.” (halaman 117)

Buku Manajemen karya Drucker adalah salah satu buku paling lengkap tentang ilmu manajemen yang banyak dijadikan rujukan dan menjadi best seller di berbagai negara. Konsep dan teori manajemennya membuat Drucker menjadi cukup terkenal sebagai bapak manajemen abad 20. Di novel ini, penulis asal Jepang Natsumi Iwasaki berupaya untuk mengenalkan manajemen kepada remaja dengan cara yang unik, yaitu bagaimana bila teori-teori manajemen untuk perusahaan atau bisnis dari buku Drucker diaplikasikan ke dalam manajemen tim bisbol SMA dengan cara-cara sederhana dan mudah dicerna.

Membaca novel ini membuat saya memahami konsep manajemen dengan lebih mudah lewat hal-hal yang dilakukan tokoh-tokohnya. Bagaimana menetapkan defenisi dan tujuan, melakukan marketing dan komunikasi, memberdayakan manusia, sampai melakukan inovasi dan pencapaian tujuan, semua itu dapat kita pahami dengan mudah lewat kisah Minami dan tim bisbolnya, dibanding ketika saya membaca penjabaran dari buku Manajemen yang juga banyak dinukil di novel ini. Ide cerita yang segar dan unik, menurut saya, menjadi satu kelebihan tersendiri untuk buku Moshidora.

Sebenarnya, awal yang paling membuat saya sangat tertarik dengan Moshidora, selain tema tentang manajemen tentunya, adalah embel-embel di sampul depannya yang ditulis begini: “Novel yang Mengalahkan Penjualan Harry Potter di Jepang”. Wow! Saya pikir ini pastilah buku yang luar biasa sampai-sampai mampu mengalahkan penjualan novel Harry Potter di Jepang tahun 2009. Seperti apa isinya? Rasa penasaran yang teramat besarlah yang kemudian membuat saya menarik buku ini dari rak di toko buku dan membelinya.

Setelah membacanya, yah … bagaimana saya harus menjelaskannya ya? Seperti yang saya tuliskan di atas, bahwa ide cerita novel ini memang benar-benar segar dan unik, sangat bagus sekali. Empat bintang dari saya untuk ide ceritanya. Masalahnya, eksekusi dalam bentuk novelnya itu yang bagi saya kurang luwes dan alami seperti ketika membaca novel pada umumnya. Penokohannya kurang kuat dan karakternya kurang tereksplorasi. Gaya penceritaannya juga agak kaku dan monoton. Intinya, kurang nikmatlah edisi terjemahannya ini. Saya tidak tahu edisi aslinya bagaimana karena saya tidak mengerti bahasa Jepang. Saya jadi teringat dengan buku Botchan yang pernah saya baca. Gaya penceritaannya juga sama seperti itu. Kaku. Meskipun, jujur, Moshidora sebenarnya jauh lebih baik dari Botchan dari banyak sisi. Apa mungkin karena diterjemahkan dari bahasa Jepang sehingga pembawaan dan gaya bicara khas orang Jepang yang agak kaku itu jadi terlihat jelas di sebuah buku? Atau memang aslinya seperti itu? Entahlah.

Muncul pertanyaan dalam diri saya, “Mengapa Moshidora bisa mengalahkan penjualan Harry Potter di Jepang? Apa mungkin itu karena minat remaja di Jepang berbeda dengan remaja-remaja di negara lain? Apa mungkin buku-buku seperti Harry Potter itu kurang diminati dibanding buku-buku yang lebih ‘berisi’ semodel Moshidora ini?”

Ada banyak pertanyaan yang tidak bisa saya jawab atau temukan jawabannya di internet. Tapi, ada beberapa informasi yang saya peroleh terkait buku Moshidora ini. Novel ini aslinya diterbitkan tahun 2009 oleh salah satu penerbit Jepang, Diamondosha. Selama satu tahun pertamanya, novel ini terjual sebanyak 1,81 juta eksemplar dan menjadi novel best seller di Jepang, mengalahkan penjualan novel Harry Potter. Dan ternyata, novel Moshidora sudah diadaptasikan juga ke dalam manga, serial TV animasi, dan juga film live layar lebar di tahun 2011. Artinya, buku ini memang sangat populer di Jepang. Mungkin versi animasi atau filmnya akan lebih asyik dan enak saya nikmati dibanding versi novelnya, ya? Hmm … layaklah untuk dicoba.

Secara keseluruhan, novel Moshidora cukup layak menjadi salah satu novel bergenre young adult yang ‘berisi’ dan sangat bagus dibaca oleh para remaja, atau siapa saja yang tertarik dengan manajemen tapi kurang suka membaca buku-buku berat. Banyak ilmu manajemen yang bisa kita dapat di dalamnya. Dan yang paling saya suka, di novel ini sama sekali tidak ada kisah cinta-cintaannya. Sesuai sekali dengan apa yang saya harapkan 😀

Pin It on Pinterest

Shares
Share This